RAHASIA ANTARA AKU, KEA dan ASUS



“Mama!”

Sosok mungil yang manis itu tahu-tahu sudah berdiri di kamarku.  Aku sedikit terkejut tapi cepat kututupi dengan senyum cerah.

“Hai, Kea, sudah siap?”

“Semua sudah siap, Ma, kecuali Mama.  Lagi apa sih, Ma?” ucapannya meluncur sambil membanting badan mungilnya ke atas kasur. 

“Mama lagi merapikan dulu alat-alat makeup bekas pakai tadi.  Lima menit aja,” pintaku dengan nada semanis mungkin melihat bibirnya yang sudah membentuk kerucut.

“Oke deh, Kea tunggu di mobil ya.  Papa sama Dik Arkan udah daritadi nunggu di mobil,” cetusnya sambil bangkit dari tempat tidur.

Aku hanya mengangguk sambil mengelap meja rias yang kotor karena bubuk bedak tabur yang berhamburan.

“Kea bawain tas Mama deh,” katanya lagi sambil menyambar tote bag merah maroon yang menggeletak di atas tempat tidur.