MASYARAKAT DANAU TOBA TERSENYUM MENYAMBUT PASOKAN AIR BERSIH

sumber: maritim.go.id



Wateraid, NGO internasional yang concern pada masalah air bersih dan sanitasi sehat, menyajikan data (2016) bahwa Indonesia berada di urutan keenam dari 10 negara atau 32 juta orang di Indonesia masih kesulitan mengakses air bersih. Padahal air bersih memberikan peran penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. 
Dari 32 juta orang di Indonesia yang disebut itu, di antaranya adalah masyarakat Dusun Tiga Baru dan Dusun Sait Borno-Nagari Tambun Raya. Warga kedua dusun itu biasanya mengambil air bersih dari mata air yang cukup jauh letaknya dari tempat tinggal mereka, belum lagi kalau musim kemarau mata air itu rawan kekeringan. Asal tahu aja ya, Dusun Tiga Baru dan Dusun Sait Borno-Nagari Tambun Raya ini letaknya dekat dengan Danau Toba.

What?! Danau Toba? Siapa sangka danau terbesar di Asia Tenggara dengan kedalaman sekitar 505 meter, dan menampung volume air sebesar 240 kilometer kubik ini belum dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat sekitarnya. Bisa jadi karena selama ini fokus masyarakat pada Danau Toba itu hanya aspek pariwisata dan sumber daya alam di sektor perikanan dan pembangkit tenaga listrik.

Padahal air Danau Toba baik dan tidak mengandung unsur pencemaran. Dengan sedikit sentuhan teknologi, Danau Toba bisa dijadikan sumber air bersih, bahkan layak untuk dikonsumsi.

Karena alasan ini, di Danau Toba sekarang dinisiasi teknologi Filter Air Bersih yang sudah teruji kemurnian airnya di laboratorium. Masyarakat sekitar yang kurang pasokan air bersih, tidak perlu lagi mengambil air di mata air pegunungan. Berkat teknologi filtrasi, masyarakat sudah bisa memanfaatkan air di Danau Toba untuk kemudahan hidup sehari-hari seperti untuk sumber air minum, mengolah masakan, mencuci pakaian, dan manfaat air bersih lainnya.




Love,



Tidak ada komentar