BIASAKAN MENGHARGAI PENCAPAIAN ANAK SEKECIL APAPUN AGAR ANAK TUMBUH DENGAN BAHAGIA



Seorang perempuan, setelah memiliki anak bakal disebut sebagai Ibu, apa pun statusnya: "hanya" ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja. Bedanya adalah keberhasilan di antara keduanya dalam membangun premium bonding moment atau momen kebersamaan dengan anak-anaknya.  Jadi, mari sudahi saja war full time mother vs working mom itu, mendingan fokuskan perhatian ke anak aja. Setuju?

Mengapa momen kebersamaan dengan anak itu penting, Mom? Karena momen kebersamaan yang sukses antara ibu dan anak, berdampak pada pertumbuhan si anak itu sendiri.  Bisa dibilang momen kebersamaan itu fase untuk membangun pondasi psikologis anak. Anak akan tumbuh lebih bahagia dan memiliki karakter yang positif. Dan urusan membangun momen kebersamaan dengan anak itu bukan monopoli ibu rumah tangga saja, lho, semua ibu yang bekerja pun bisa melakukan hal yang sama, jika ada willing-nya tentu saja ^_^ nggak kehalang sama alasan sibuk dengan pekerjaan atau kecapean setelah pulang kerja.

Caranya bagaimana, Mom?  Nggak berat, di dunia ini nggak ada yang berat kok kecuali rindunya Dilan pada Milea *halah*, coba Mom nilai sendiri yang seperti ini berat nggak untuk dilakukan bersama anak kita;

1.  Membangun momen kebersamaan dengan anak betapapun kecilnya dalam rutinitas sehari-sehari.

Jangan jadikan cucian berember-ember itu kambing hitam kurangnya kebersamaan dengan si Kecil, Mom. Ajak anak ikut menjemur pakaian, bermain petak umpet di antara pakaian-pakaian bisa jadi permainan yang menyenangkan untuk anak. Bersembunyi di antara kain-kain yang harum, bagi anak mungkin seperti bersembunyi di antara tirai-tirai istana... *itu mah saya kali ya yang imajinasinya suka kemana-mana*.  Tapi ini beneran lho, based on true story, si Kembar saya waktu balita susah mandi, jadi suka saya ajak keliling-keliling rumah dulu pura-pura piknik mencari laut... pas depan kamar mandi teriak, "Wooow... itu dia lautnya, airnya seger banget... ayo kita berenang...." dan si Kembar pun membuka bajunya dengan sukarela dan bersemangat mandi pagi 😂

Yakali gampang banget ngatur waktunya kalau di rumah terus, sih.  Kira-kira begitu ya keluhannya para ibu bekerja. Eits, Moms yang bekerja jangan berkecil hati. Sekarang kan ada teknologi bernama video call, manfaatkan itu.  Menelpon terasa seperti bertatap muka langsung.  Luangkan waktu untuk video call dengan anak, setelah anak pulang sekolah tentu saja.  Ngobrol sebentar aja Moms, 5 menit gitu, waktu Bos lagi ke toilet kan bisa...  

Atau Moms, sebelum pergi kerja siapkan bekal makan siang untuk anak, jangan lupa selipin notes mungil berisi pesan kasih sayang, misal "Selamat makan ya, Sayang, jangan lupa suapin Bu Guru..." hehe... pokoknya yang iseng-iseng gitu anak-anak suka apalagi disertai dengan emoticon atau stiker lucu.

2. Berikan penghargaan atau apresiasi sekecil apapun hal yang dicapai anak sesuai dengan usianya. 

Moms, ini penting Moms, memberikan apresiasi itu nggak melulu soal kado atau hadiah lho.  Biasakan anak mendengar pujian dengan kata-kata yang manis disertai dengan ekspresi wajah yang semringah, cerah, ceria, senyum lebar, mata berbinar.  Anak bakal ikut tersenyum juga kan.  Siapa coba yang nggak senang lihat anak tersenyum bahkan sambil tertawa bangga.

Adegan di bawah ini jangan di tiru:

indoor, dapur - Mama sedang menggoreng tempe. Anak datang membawa buku gambar.
"Mama, lihat deh gambar aku.  Warnanya juga bagus."
"Oh, iya, bagus, Nak. Udah sana terusin lagi gambarnya."  *muka datar, tanpa menoleh, sibuk ngebalik tempe di wajan*

Kebayang kan adegannya seperti apa? Ngebayangin si anak berlalu dengan kepala tertunduk lesu kok rasanya gimana ya, kalau saya sih.

Beda dengan kalau si Mama menyambut anak seperti ini, "Gambar apa, Dik? Oh, burung ya, warnanya cantik banget.  Adik sekarang pintar deh gambarnya, coba ngewarnainnya lebih rapi lagi, burungnya pasti tambah cantik."  Disertai tatapan mata, senyum lebar, wajah semringah.  Kira-kira apa yang bakal dirasakan anak?

Terbersit ada rasa bangga di hatinya.  Bahagia karena membuat Mamanya senang. Dengan begitu ada dorongan pada dirinya untuk  melakukan yang lebih baik lagi dan hal-hal positif lainnya.  Masuk akal nggak, Mom? 

Wih, Mbak Ina pintar banget sih ilmu parentingnya.  Well yeah, walau sudah 21 tahun menjadi ibu, ilmu-ilmu mengasuh anak itu harus terus diupgrade.  Beruntung saya diundang oleh Lotte Choco Pie, salah satu brand yang concern terhadap momen kebersamaan ibu dan anak, ke acara talkshow "Dampak Apresiasi Prestasi Harian Anak-anak dalam Pembangunan Karakter" di Jakarta pada tanggal 15 April lalu.  Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan campaign baru Lotte Choco Pie yang bertajuk #PremiumMomentstogether.

Kiri - kanan:  Ibu Oci C. Maharani, Carissa Puteri, Mbak Nina, Mbak Wiwied (MC)

Dan ilmu parenting yang sudah saya share di atas itu saya dapat dari sharingnya Mbak Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Sc seorang Psikolog Anak yang lebih beken dengan panggilan Mbak Nina.  Hadir juga dalam acara ini Carissa Puteri sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie Indonesia, eh  Quenzino puteranya yang lucu itu ikut juga lho.

Membesarkan anak di era ini tentu memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan perhatian khusus dari ibu.  Dengan tema campaign baru tahun ini, #PremiumMomentstogether kami berharap ibu-ibu Indonesia dapatlebih sadar akan pencapaian harian anak-anak mereka.  Tentunya Lotte Choco Pie sebagai camilan keluarga hadir untuk menyempurnakan waktu premium itu."  (Oci Maharani, Brand Manager Lotte Choco Pie Indonesia)

Carissa Puteri berbagi kiatnya membangun momen kebersamaan bersama Quenzie, anak pertamanya.  Ibu yang sedang mengandung lagi ini, selalu meluangkan waktu menemani anaknya saat belajar, atau sekedar mewarnai dan membaca buku bersama, sepadat apapun rutinitas yang dia jalankan.  Perempuan cantik ini mengaku sering terkejut dengan prestasi dan kemajuan pertumbuhan anaknya itu.  

Mbak Nina juga menegaskan bahwa dengan keterikatan antara ibu dan anak, aspek pertumbuhan sosial dan psikologis mereka akan tumbuh dan hal tersebut akan menjadi kesuksesan mereka di masa depan.  Salah satu penelitian menemukan bahwa parental time berkaitan dengan hubungan orangtua-anak yang lebih baik, mengarah secara tidak langsung ke kemampuan mereka di sekolah.

Untuk mendukung campaign ini, Lotte Choco Pie akan meluncurkan TVC baru.  Sebelum TVC ini dikeluarkan ke publik, Lotte Choco Pie mengadakan campaign online mulai tanggal 12 April sampai dengan 13 Mei 2018.  Melalui campaign online ini Moms berkesempatan memenangkan hadiah menarik dengan cara memilih salah satu video favorit dari tiga video kandidat TVC.  Ada tiga tema kandidat TVC yang harus dipilih, yaitu "Shopping", "Homework" dan "Greetings".  Untuk mengetahui ketiga video  tersebut dan informasi selengkapnya silakan dilihat di www.lottechocopieindonesia.com

Kalau saya vote tema "Shopping", oow... bukan mau ngajarin Keyaan menjadi anak yang konsumtif.  Tapi, Keyaan itu penyuka kegiatan outdoor diajak ke pasar aja dia udah senang banget. Dan saya belanja juga nggak melulu di supermarket, pasar tradisional itu bisa jadi tempat rekreasi sekaligus belajar juga untuk anak.  Banyak hal yang bisa dipelajari dari pasar tradisional, seperti mengenal buah dan sayur sampai bumbu-bumbu, belajar berhitung, keterampilan menawar *haha*, memupuk sifat filantropisnya dan empatinya membantu saya membawakan kantong belanjaan yang ringan 😁.



Nah saya sudah vote, Moms jangan lupa vote ya, siapa tahu grand prize-nya jadi rejeki sekeluarga.  Udah tahu belum grand prize-nya apa?  Liburan untuk keluarga (4 orang) ke Jepang! Yaaaiiiyyy... 

Demikian Moms, sharing saya kali ini tentang pentingnya memberikan apresiasi untuk anak kita.  Tampak sepele ya kan, tapi dampaknya besar untuk si kecil.  Siapa coba Moms yang nggak pengen anaknya sukses di kemudian hari?  Nggak bakal ada deh kayaknya.  Makanya, Moms, mulai lah membangun pondasi psikologis anak mulai dari sekarang. 


Love,



14 komentar

  1. assalamualaikum. izin share ya bunda..

    BalasHapus
  2. Jgn jdikan cucian berember ember jd kambing hitam ...*menohok akuh banget itu mak hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahah... emang isue nasional banget itu ya :D

      Hapus
  3. sayangi anak-anak dengan tulus, tapi bagaimanapun aku rasa wajar aja kalo ibu merasa letih dan emosi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul itu tapi jangan dijadikan kebiasaan :D

      Hapus
  4. hal sepele tapi berdampak besar buat karakter anak yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget bahkan bisa jadi luput dari perhatian

      Hapus
  5. Apresiasi emang perlu banget buat anak, ya. Kadang kita suka nggak sadar karena memang sudah seharusnya si anak bisa melakukan hal itu, padahal dia berjuang keras untuk bisa melakukannya tapi ketika bisa kita malah nggak kasih apresiasi.

    Thank's for remind, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang kita orang dewasa memandangnya biasa aja, padahal buat anak bisa jadi istimewa

      Hapus
  6. Setuju banget, Mbak, jangan sampai karena kelelahan, ibu jadi gak cukup waktu bersama anak. Jadi ibu mesti pinter manajemen waktu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sambil melepas lelah bisa juga malah jadi bonding moment ya, anak-anak dimina mijetin sambil ngobrol :D

      Hapus
  7. Setuju banget nih sama mak ina, udah gitu kita ga bisa langsung liat full dari hasilnya aja ya.. tapi juga dari prosesnyaaaa, karena sesungguhnya proses seorang anak mendapatkan sebuah prestasi, jauh lebih penting dari hasil akhirnya ya maaaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ada yang instan di dunia ini kecuali kopi sachet :D

      Hapus