STUDI KLINIS NENOIN UNTUK MENGUJI MANFAAT KOMBINASI VITAMIN NEUROTROPIK PADA PENDERITA NEUROPATI



Pernah nggak merasakan kaki kram setelah duduk lama? Atau kebas, sama sekali tak merasakan apa-apa, bahkan sampai merasa sakit di permukaan kulit? Saya beberapa kali punya pengalaman seperti itu.  Menurut ahli penyakit saraf itu tanda-tanda gangguan pada saraf tepi.


Istilah medisnya adalah Neuropati.  Definisi lengkapnya, Neuropati adalah kerusakan saraf yang disebabkan oleh penyakit, gaya hidup, trauma atau komplikasi dari suatu penyakit.




Siapa aja yang berisiko terkena nuropati ini?  Jangan salah kita nih ya, Buibu yang di rumah aja juga berisiko lho. Pokoknya kalau kita melakukan kegiatan yang berulang seperti memasak aja kan, bisa lho terkenan gejalaneuropati.  Apalagi kayak aku yang kerjaannya duduk sambil mengetik dalam waktu lama, ternyata bisa juga menyebabkan gangguan neuropati ini.  Wah!

Selain tadi yang berisiko rendah ada yang paling berisiko terkenan gangguan neuropati ini, yaitu penderita penyakit kronis seperti diabetes, terpapar racun seperti asap rokok, pecandu alkohol, faktor genetis, efek samping dari konsumsi obat-obat tertentu, hemodialisis, dan kekurangan gizi khususnya asupan vitamin B.

Kok paham banget sih kayaknya?  Iya, dong saya kan ditatar langsung oleh pakar-pakar Neuropati ini sebut saja dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) dari PERDOSSI Jakarta, Ibu Anie Rachmayani dari MERCK dan nggak tanggung-tanggung narasumber yang satu ini datang langsung dari Jerman, Prof. Dr. Rima Obeid pakar vitamin B dari Saarland Hospital University. Saya berkesempatan mendengarkan pemaparan mereka mengenai Neuropati pada event peluncuran Studi Klinis Neoin 2018, pada tanggal 17 Maret lalu di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sebelum pemaparan tentang Neuropati lebih jauh dan Studi Klinis Nenoin ini, terlebih dahulu Prof. Rima Obeid memberikan presentasinya mengenai vitamin B.  Mulai dari jenis-jenisnya sampai manfaat serta dampaknya pada tubuh jika kekurangan nutrisi yang mengandung vitamin B.  Dan yang dijadikan kombinasi vitamin neurotropik yang sudah diuji dengan Studi Klinis Nenoin ini adalah gabungan tiga jenis vitamin B, yaitu B1, B6 dan B12.

Apa sih manfaat dan fungsi ketiga jenis vitamin ini untuk tubuh kita, berikut ini saya rangkum aja ya, pemaparan Prof.  Rima dari slide yang ditampilkannya:

Vitamin B1, yang dikenal dengan sebutan thiamin ini, membantu mengkonversi karbohidrat menjadi glukosa untuk menghasilkan energi yang digunakan sebagai tenaga fungsi tubuh.  Kekurangan vitamin ini yang paling terkenal ya penyakit beri-beri, yang memberikan dampak pada gangguan fungsi jantung, sesak pernapasan, gangguan mata karena tubuh nggak bisa mengubah makanan menjadi bahan bakar.

Vitamin B6, istilah kimianya piridoksin ini manfaatnya ya banyak di antaranya mencegah penyakit jantung, meningkatkan energi untuk proses kesembuhan dan kekebalan tubuh, nutrisi otak dan saraf.  Kekurangan vitamin B6  dapat mengakibatkan kejang dan anemia sampai keterbelakangan mental pada bayi, sedangkan pada orang dewasa dapat menyebabkan anemia, kerusakan saraf dan linglung gejala alzheimer.

Vitamin B12, manfaat dari vitamin ini diantaranya menghasilkan daah merah, membantu aktivasi asam folat dan proses sintesis DNA, membantu melepaskan energi dari makanan, membantu kesehatan saraf, kulit dan mata.  Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan keluhan ringan seperti pusing, cepat lelah dan lemas, dan gejala neuropati seperti kesemutan dan mati rasa. Untuk manula kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan demensia.

Nah, sekarang jelas kan mengapa tiga jenis vitamin B ini yang disatukan menjadi vitamin neurotropik untuk mengobati Neuropati, karena manfaat ketiganya merujuk ke kesehatan sistem saraf. Dan menurut Prof. Rima lagi mengonsumsi ketiga vitamin ini sekaligus lebih efektif mengantisipasi dan mengobati neuropati.

Terus sebetulnya Studi Klinis Nenoin ini apa sih? Mari lanjut penuturan saya ya pembacaaa...

Studi Klinis Nenoin 2018

Dalam presentasinya dr.  Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, memaparkan bahwa Studi Klinis Nenoin ini dilakukan pada 411 penderita neuropati di 9 kota besar selama 12 minggu.  Studi ini diberikan kepada pasien dengan etiologi yang berbeda.  Etiologi itu maksudnya penyebab penyakitnya.  Jadi studi ini diberikan kepada pasien dengan penyebab gangguan neuropati yang berbeda-beda.

Bagan Sistem Saraf - sumber: presentasi dr.Manfaluthy Hakim, Sp.S(K)

Setelah melalui serangkaian protokol pra-uji klinis,  pasien mulai diberikan kombinasi vitamin neurotropik dengan kompisisi B1 100 mg, B6 100 mg, B12 5mg dan diobservasi secara berkala.

sumber : bahan presentasi dr.  Manfaluthy Hakim, Sp.S(K)

Setelah diberikan kombinasi vitamin neurotropik selama 14 hari, hasil yang signifikan terlihat dari hasil observasi pasien.  Gejala neuropati seperti kesakitan, rasa seperti terbakar, kesemutan, kebas sampai mati rasa berkurang.  Dan dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan perawatan lanjutan.

Bagaimana peran MERCK dalam usaha mengatasi dampak negatif Neuropati di masyarakat?  Ibu Anie Rachmayani, Associate Director Marketing Consumer Health, PT Merck Tbk, mengungkapkan bahwa MERCK sudah berkiprah mengkampanyekan #LawanNeuropati ini sejak tahun 2014.  Tahun 2018 ini disebut sebagai tahun solusi total #LawanNeuropati, untuk itu MERCK mendukung sepenuhnya Studi Klinis Nenoin ini.  

Tahun 2018 ini MERCK mencanangkan kegiatan kampanye terintegrasi #LawanNeuropati, dengan cara memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan Neuropati.  Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk hidup sehat lebih lama dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini Neuropati.

MERCK juga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk dengan memberikan produk kombinasi vitamin neurotropik terbaik dan terbukti secara klinis manfaatnya.

Periksakan Kesehatan Sarafmu

Menurut dr. Luthfi kerusakan saraf tepi yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik sampai terjadi kelumpuhan.  Hiii… ngeri dong.  Makanya jika sudah merasakan gejala neuropati yang mengganggu kegiatan sehari-hari, lakukan pemeriksaan. 

Dalam rangka kegiatan kampanye #LawanNeuropati MERCK mengadakan program edukasi, cek kesehatan dan senam saraf di 15 kota besar di Indonesia.  Nah, jika kebetulan melihat ada Neuropati check point di kotamu segera periksakan kesehatan sarafmu, gratis.  Kalau nggak ada ya datang aja ke instansi kesehatan terdekat.  Nggak sakit kok, cuma diketok-ketok lututnya, dicubit-cubit, ditusuk telapak kaki tapi bukan pake tombak kok... jadi aman.  

Yuk, sayangi tubuh mulai dari sekarang, bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?



Love,

Tidak ada komentar