RESOLUSI 2018 : KESEHATAN MENTAL YANG LEBIH BAIK



TUJUAN BERMEDSOS

Sebelum pasukan Darth Vader menginvasi Galactic Republic, tujuan saya bermedsos adalah pure untuk menjalin kembali komunikasi dengan teman-teman sekolah dan mantan *bwehehe*. Kemudian seiring dengan suratan takdir yang menjadikan saya freelancer di bidang literasi, media sosial menjadi tempat untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman Penulis/Blogger yang tersebar di seluruh Nusantara, juga dengan penerbit dan calon pemberi pekerjaan 😃.

Bukankah silaturahmi memperpanjang rejeki? Benar sekali, saya sudah membuktikannya. Selain itu, di media sosial juga - ternyata - saya bisa menggali potensi dan mendapatkan ilmu kepenulisan dengan mudah dan gratis, melalui berbagai komunitas literasi dan blogging yang banyak bermunculan.  Ideal dan damai.

Nothing last forever. Kedamaian saya di ranah media sosial mulai terganggu. Emak-Emak yang kurang puas hanya berantem di lingkup RT mulai menunggangi Stormtrooper dan menginvasi media sosial dengan war yang berjilid-jilid.  ASI vs susu formula, IRT vs ibu yang bekerja, caesar vs normal, babysitter vs asuh sendiri, full day school vs pulang normal, comro vs misro (asli ini mah ngarang *bwehehe*), sampai yang lagi rame banget akhir-akhir ini perang review film AAC2 😂.

Percaya atau tidak, dalam situasi seperti itu saya memilih untuk berada di bangku penonton. Saya nggak tertarik untuk nimbrung atau menanggapi perang urusan domestik semacam itu. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada buibu netizen se-Nusantara, sesungguhnya stamina kalian luar biasa.

Dan kemudian, Kapten Phasma beserta bala tentaranya mulai menebar teror.  Menyebarkan opini yang mengarah pada perang pemikiran.  Merampas kewarasan.  Mulanya saya masih jadi penonton, tapi lama-lama kok jadi ngeri sendiri.  Karena nggak tahan melihat kejahatan di media sosial semakin intens. Saya terpancing dan turut menjadi "polisi". Niat saya bereaksi adalah untuk membangun pertahanan diri pribadi, syukur-syukur jika ada yang merapatkan barisan.  Amal ma'ruf nahi munkar. Wa'amiluush-shaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashou bish-shabr. Meski sering saya terpancing dan jadi kurang shabr juga sih 😏.

Jadi "polisi" di medsos seperti memainkan permainan hammer heads. Itu lho, game yang ngegetok-getokin gnome dan kakek-kakek yang muncul bergantian dari lubang. Seperti bermain getok buaya di Timezone. Setiap ada peristiwa yang membuat hati panas, saya langsung counter di media sosial. Setiap kali saya membaca status dari kubu yang berseberangan, saya menulis status tandingan. Sebab apa? Injustice effect.  

Ternyata saya tidak sendiri, perlawanan ada dimana-mana, tapi palu kami sepertinya terlalu kecil, karena perusuh di media sosial itu seperti nggak ada habisnya. Rasanya pengen punya gada atau pinjam palu Thor, supaya jika mereka muncul, langsung BAM ... BAM ... BAM ... dan mereka melesak ke pusat bumi.

Terganggu banget. Tapi apalah daya ini, saya bukan budayawan atau cendikiawan yang opininya bisa dijembreng mentereng di media. Saya ini hanya butiran chiki yang kesanggupannya sebatas nulis status lucu-lucuan di Facebook, yang entah bagaimana diresponsnya oleh pembaca.  Mungkin banyak yang membaca dalam diam, ada juga yang menjadikan hiburan, tapi pasti ada yang diam-diam merasa sebel 😄.

GELISAH

Tapi kemudian, saya merasa ada sesuatu yang salah dalam diri.  Terlibat dalam kegilaan media sosial, seperti itu membuat saya merasa akan meledak kapan saja.  Informasi seperti minyak curah tumpah di lautan tapi nggak ada yang berniat nyedot. Dari berita baik sampai yang jahanam sekalipun, terpampang di media sosial tanpa filter.  Walau dampaknya nggak langsung kena ke badan, namun dengan melihat aja saya jadi gampang cemas dan hati nggak tenang. Apa yang salah dengan saya? Walau bukan dari jenis yang berat seperti stres, gangguan kecemasan dan depresi, tapi saya menyadari bahwa kondisi batin saya terganggu. 
Alodokter.com menulis, karakteristik kesehatan mental yang baik adalah kondisi saat pikiran kita dalam keadaan tenang dan tenteram, memungkinkan kita menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain.

Ciri kesehatan mental seperti itu kok berasa makin tips dalam diri saya *alarm bahaya berbunyi*. Saya nggak mau berlanjut ke tingkat yang lebih parah. Karena jika kesehatan mental buruk akan berdampak pada gangguan mood, kemampuan berpikir, dan kontrol emosi yang mengarah pada perilaku buruk.

BIG NO! Jika hal-hal seperti itu terjadi pada saya, berarti saya menyamakan level dengan para perusuh medsos itu, apakah saya harus menggetok kepala saya sendiri dengan gada?


Dalam perjalanan gelisah, saya berkesempatan menghadiri dua acara yang disokong pemerintah bertema perilaku di media sosial. Yang pertama digelar Depkominfo dan pertemuan kedua temu wicara Netizen dan MPR RI. Menurut saya isi kedua acara ini sangat bagus. Saya juga tercerahkan. Pertanyaannya, mengapa program pemerintah seperti "Revolusi Mental" nggak berhasil meredam kerusuhan di media sosial? Salahnya di mana?

RESIGNASI

Menjelang pergantian tahun, saya berniat untuk mengelupas semua penyebab yang membuat saya gelisah. Resolusi. Bukan daftar yang panjang, tapi hanya satu: memperbaiki kesehatan mental. Caranya?

Saya membaca ulasan menarik di satu situs yang mengutip isi buku "Psikologi Agama" yang ditulis oleh Prof. H. Jalaluddin (pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Fatah Palembang) yang berbunyi sebagai berikut: 
Kondisi batin yang selalu dalam keadaan tenang, aman dan tenang dan usaha untuk menemukan ketenangan batin bisa dilakukan, antara lain dengan pengunduran diri, maksudnya penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Pernyataan beliau itu, menurut saya sesuai dengan pesan yang ditulis dalam Surah Al-Fath ayat 4 sebagai berikut: 
Allah-lah yang telah menurunkan kedamaian jiwa ke dalam hati orang-orang yang beriman, sehingga iman mereka akan meningkat disamping iman yang ada.

Resignasi adalah metode yang saya pilih untuk mengembalikan dan merawat kesehatan mental. Implementasinya adalah hijrah dengan tujuan meningkatkan kualitas spiritual saya. Habluminallah, hubungan vertikal saya dengan Allah SWT, diperkuat dengan meningkatkan kualitas ibadah. Mulai menambal ibadah sunah yang bolong-bolong. Stop nyicil barang, ganti nyicil amal baik aja 😁. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Insya Allah.

Habluminannas, hubungan horizontal dengan sesama, akan menjadi target berikutnya. Harapan saya ketika mental lebih baik saya bisa merefresh kembali hubungan dengan keluarga, saudara, teman dan kenalan. Bila kesehatan mental sudah baik, banyak yang bisa saya lakukan. Di antaranya menggunakan kemampuan / potensi diri dengan maksimal bekerja.

Bagaimana dengan sikap saya terhadap masalah sosial? Sebisa mungkin saya akan menempatkan diri pada posisi netral, pure netralist ya, bukan kelompok yang mengaku netral tapi masih ngenyek dua kubu yang bertikai 😄.  

Namun, saat saya perlu "berjuang" lagi, saya akan menulis dengan gaya bahasa yang lebih lembut. I feel bad pada penggemar humor sarkastik saya di Facebook yang akan kehilangan, tapi saya butuh perubahan *tolong mengerti saya, Fahri*.

MEN SANA IN CORPORE SANO

Sudah tahu dong arti dari peribahasa tersebut? Men sana in corpore sano, kamu ke sana gue ke sono *garing wew hehe *. Bukan begitu ya, arti dari pepatah legendaris ini adalah dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat, yes.

Kesimpulan saya, kalau mental pengen sehat, tubuh juga kudu sehat. Jadi, cita-cita saya di tahun 2018 adalah menggiatkan kembali berolahraga. Nggak harus pakai jasa PI alias Personal Instructure *ah jadi ingat Marco, PI di Celfit saat masih bisa foya-foya jadi member fitness mihil*.  Lagian di Serang sini, nggak ada gym asyik seperti Celfit, paling hire pemuda Kopassus depan komplek yang badannya kekar-kekar itu.  Ah, nggak ah, jangan sampai senekat itu, nggak siap kalau trainingnya disuruh ngangkutin batako sama ngaspal jalan.

Olahraga cukup 30 menit, begitulah gaungnya di setiap blog ber-niche kesehatan yang saya kunjungi. Nggak perlu olahraga yang berat juga. Oke, kalau begitu, saya memilih jalan santai, semoga bisa ditingkatkan jadi jalan cepat, selanjutnya semoga kuat jogging.  Kebetulan si Bungsu minta didaftarin SSB, dekat tempat latihannya ada jogging track dan running shoes lagi diskon di beberapa market place. Pas banget!

Di rumah juga ada sepeda nganggur, bisa dong ya gowes satu puteran dua puteran di komplek, bakar lemak di bagian bawah badan yang tebel banget.  Sip! Ih saya kok excited gini ya.



BANTUAN DI DALAM

Urusan spiritual telah ditentukan, urusan fisik juga sudah dirancang. Fix! Tapi, untuk usia saya yang "segede" gini, gangguan kesehatan itu seperti anak bebek ngekor induknya, tak terpisahkan. Kedinginan karena AC kendaraan yang diseting pol, jadi mabuk darat. Kehujanan dikit langsung meriang.  Kena udara panas, heat stroke pun menyerang.   Cinta jadi lelah ....

Saat sakit, tubuh menjadi lemah, kondisi seperti ini juga mempengaruhi kesehatan mental. Kondisi tubuh yang nggak nyaman membuat mental drop, gampang ruwet, bete, dan mudah tersinggung. Kondisi seperti itu nggak bisa dibiarkan, kalau sakit jangan lama-lama dong.  Memulihkan tubuh dari sakit itu penting.

Bagaimana saya bisa pulih dengan cepat? Kalau sampai membutuhkan obat dari dokter, ya minum obat secara teratur sesuai dosis yang dianjurkan, makan cukup dan istirahat.

Masalahnya kalau lagi sakit, nafsu makan (agak) berkurang, otomatis asupan vitamin dan mineral dari bahan makanan juga berkurang. Padahal vitamin dan mineral dibutuhkan untuk proses pemulihan tubuh. Jika kondisinya begitu, saya mengkonsumsi suplemen sebagai tambahan asupan untuk mempercepat proses penyembuhan. Untuk suplemen saya memilih multivitamin-mineral Theragran-M.



Saya harus bilang dong ya mengapa memilih multivitamin ini, biar nggak dianggap menyebarkan hoax 😁.  Silakan periksa alasan saya:

Kandungan lengkap

Beberapa suplemen yang pernah saya coba, kandungan vitamin dan mineralnya musuhan. Masing-masing hanya mengandung vitamin aja, atau hanya mineral aja. Tapi Theragran-M nggak seperti itu, vitamin dan mineral disatukan, kompak, bahu membahu dalam satu kaplet.

Vitamin yang terkandung di dalamnya bukan hanya satu atau dua jenis aja, tapi ada sederet vitamin seperti vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, C, E, Niasinamida dan Kalsium Pantotenat. Fungsi vitamin ini antara lain membantu mengembalikan nafsu makan dan membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang rusak akibat penyakit. Dengan sistem kekebalan tubuh yang baru, tubuh terlindungi kembali. Jadi nggak salah bila Theragran-M digadang-gadang sebagai vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.

Sementara mineral yang terkandung dalam Theragran-M adalah Yodium, Besi, Tembaga II, Mangan II, Magnesium, dan Seng. Mineral berfungsi untuk membantu penyerapan vitamin oleh tubuh. Magnesium membantu fungsi metabolisme dalam tubuh. Asupan magnesium cukup untuk meringankan sistem kekebalan tubuh sebagai fungsi pelindung metabolisme tubuh dari serangan penyakit.

Halal

Penting untuk memperhatikan asupan yang masuk ke tubuh kita. Gimana menjadi sehat secara mental jika tubuh malah diasup zat yang diharamkan. Nggak matching. Karena makanan/minuman haram bisa merusak pikiran dan mempengaruhi tingkah laku.

Tapi nggak usah khawatir karena Theragran-M ini, selain sudah mendapat pengesahan dari BPOM juga telah menerima label halal dari MUI.

Produsen terpercaya

Theragran-M diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk, perusahaan farmasi yang telah beroperasi sejak tahun 1972. Artinya usianya sudah mencapat 45 tahun dong *lirik KTP sendiri, kok tahun lahirnya sama* 😁.  Maksudnya, dengan rentang waktu yang panjang itu, PT Taisho telah membuktikan kredibilitasnya. Logikanya, kredibilitas yang baik dan diakui ini tentu dampak dari kualitas produk-produknya, salah satunya adalah multivitamin-mineral Theragran-M, vitamin yang baik untuk mempercepat masa penyembuhan.  Ya kan ya...


Satu kemasan Theragran-M berisi empat kaplet.  Cara mengkonsumsinya bisa langsung dikunyah karena kapletnya bersalut gula.   Tapi saya memilih meminumnya dengan bantuan air putih, karena mindset saya telanjur disetting: sesuatu yang enak dikunyah itu hanya permen 😀

Panjang ya curhat saya, dari medsos, kesehatan mental hingga info multivitamin.  Semoga tulisan saya ini menginsipirasi dan bisa ditarik manfaatnya. Eh tapi, ngomong-ngomong apa sih resolusi kalian untuk tahun 2018? tulis di kolom komentar dong, please... saya kepo nih ^ _ ^



Love,




"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M"

40 komentar

  1. Yang pasti, pengen lebih sehat saja, biar bisa makin produktif. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sehat jasmani dan rohani aku sih, duaduanya saling mempengaruhi sih :D

      Hapus
  2. olahraga yang paling menyenangkan menurutku adalah bersepedah. semangat mba bersepedahnya.. biar lemaknya dada bye bye..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya lho, padahal dulu lagi kecil hobi banget maen sepeda :D

      Hapus
  3. dunia media sosial sekarang ini memang menyeramkan ya... harus banyak2 istighfar :)

    BalasHapus
  4. bener mama Ina kesmen itu juga utama biar ga baper n sll waras memghadapi huru hara di medsos wkwkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. bawaannyah pengen nyebor ajah saya mah :D

      Hapus
  5. Menciptakan energi postif dalam diri :) smangat untuk resolusinya mbk

    BalasHapus
  6. Di bagian jadi butiran Chiki, tiba-tiba jadi pengen makan Chiki. :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok udah lama gak liat chiki ya, apa udah gak dijual? *srius nanya

      Hapus
  7. Darth Vader dibawa-bawa :O
    Sip, ilmu resolusinya udah pasti nih. Karena kalau gak sehat luar dalam, apalah yang mau dilakukan ke depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya pake perumpamaan tokoh fiksi kalo tokoh nyata yaaa... ribut di sini ntar 😂

      Hapus
  8. Ternyata mbak emang update banget tentang situasi jaman now, hehehe. Aku jarang ngikutin mbak, yang versus, versus begituan. Semoga menang lomba blognya ya mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... ga yakin sih, 😂 tapi rejeki kan sapa yg tau ya 😊

      Hapus
  9. Curhat yang panjang kali lebar kali tinggi ... hehehehe

    BalasHapus
  10. Inong, baca ini gw jadi ngebayangin seandainya nyata Thor satu frame sama Darth Vader hahaha.
    BTW, kamana wae yeuhh? Eh, kebalik ya, gw yang ngumpet di mana ^_~

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba ada yg bikin ayah, Avengers plus Jedi plus Marvel's Hero bersatu padu memberantas vilain di jagat movie :D ya ih Ceu Ratna, kamana wae atuh, syukurlah sekarang sudah mulai lagih tampil di dunia perblogingan :D

      Hapus
  11. sama mba, di bagian pingin lebih sehat nya, soalnya modal buat segalanya ituuuuh. okaaayyy

    BalasHapus
    Balasan
    1. modal bangeeet... aamiin, semoga kita dikasih kesehatan selalu ya :)

      Hapus
  12. sehat sehat sehat terus ya mbaa. moga resolusinya terwujud, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... moga Inna juga moncer sama dapurnyah... *kok dapur?* hehe...

      Hapus
  13. Kondisi pikiran dan hati pengaruh banget ke kesehatan ya mb, jadi memang harus sehat lahir batin ^^

    BalasHapus
  14. semoga tercapai resolusinya ya Mba aamiin

    BalasHapus
  15. Apalagi jelang Pilpres bakalan ada perang medsos lagi dan kita harus siap mental ya Ceu

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget, hindari lah akun2 yang suka memancing kedamaian :D

      Hapus
  16. Wiih penting bgt itu menjalin hubungan dg mantan ehhhhh. Smoga 2018 ini selalu diberikan kesehatan ya Mba. Amiin. Bersosial media hrs bijak dan cerdas. Jgn sampai merusak kesehatan mental.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakak... asal kuat iman hahah... aamiin... jangan sampe deh merugikan itu mah :D

      Hapus
  17. Saya sampe salah baca. Kebacanya resign, padahal resignasi ya. Hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal katanya sih sama, tafsiran yang beda :D

      Hapus
  18. Ahh aku kesentil, sholat sunnah masih bolong-bolong, semoga resolusi 2018 bisa terlaksana ya mbak. Pastinya dgn menjaga tubuh selalu sehat dgn tambahan multivitamin TheragranM

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... iya kesehatan itu emang nomer satu, kalo kesehatan kendor efeknya melempem kemana2 :D

      Hapus
  19. Banyak resolusi juga nih aku kak, semoga aja gak cuma semangat di awal hehehehe :D

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus
  20. benr banget yaa bahwa kesehatan itu harus dijaga

    BalasHapus