MENIKMATI LONG WEEK-END SAMBIL AGUSTUSAN DI GRAND ZURI BSD CITY



Tanggal 17 Agustus ini hari Kamis ya? tanggal merah kan? kalau hari Jumatnya diambil cuti sehari bisa long week-end-an nih. Tapi, kemana long wiken tengah bulan begitu? 😁

Nggak usah jauh-jauh deh. Minggu kemaren saya week-end di Grand Zuri Hotel BSD City. Lokasinya enak banget buat mager-mageran *hehe*, walau terhitung masih di tengah kota, tapi jauh dari suasana hectic. Suasananya tenang, tapi deket ke mana-mana. Mall sekitaran situ banyak. Tempat wisata juga ada. Asyik lah pokoknya.

Dan biasanya, bulan Agustus begini kan lagi rame-ramenya menyambut dan merayakan HUT RI, begitu juga dengan Grand Zuri Hotel. Mereka punya program-program yang asyik juga untuk memanjakan tamu-tamunya.

Minggu kemaren itu, saya diajak seseruan bareng komunitas sepeda onthel di kawasan Tangerang. Mereka sengaja diundang Grand Zuri Hotel untuk memeriahkan kegiatan HUT RI ala Grand Zuri Hotel. Kita start dari lobby hotel jam tujuh teng! yaiya dong harus tepat waktu. Mencontoh para pahlawan kita kan. Coba kalau mereka nggak disiplin soal waktu, mau menyerang markas musuh subuh-subuh eh taunya ngaret jadi siang, ya keburu pada bangun dong kompeninya. 

Eish jadi ngelantur.  Rombongan sepeda onthel kami beriringan menuju ke Taman Kota (masih berlokasi di kawasan BSD City), kemudian kembali ke Grand Zuri Hotel.

Pagi-pagi cuci mata pake sepeda onthel. Badan sehat pikiran pun seger lagi.

Sampai kembali ke lokasi hotel, rombongan disambut langsung oleh Pak Anton, GM yang ramah.
Tapi tahu nggak, kalau sepeda onthel ini bisa dibilang saksi bisu sejarah kemerdekaan bangsa ini.  Why?  mari simak cuplikan sejarah sepeda onthel ini yuk.
`
dokumentasi milik Grand Zuri Hotel
Jelas kan sekarang. Tapi benda bersejarah ini sudah jarang dimiliki, karena tergerus oleh teknologi kendaraan yang semakin canggih. Jaman saya masih kecil sih, masih lumayan sering lihat sepeda onthel ini. Kakek saya juga punya. Sekarang ya udah jarang, karena perannya sudah terganti oleh sepeda motor. Kalau di Jakarta paling di kawasan Kota Tua ya, masih banyak. Makanya, seneng banget kemaren itu bisa "abring-abringan" bersama komunitas sepeda onthel. Jadi ngayal deh, duduk manis di boncengan sambil tertunduk malu-malu. Aih... 

Bapak Anton, GM Grand Zuri Hotel memberikan kenang-kenangan kepada COOPERST, komunitas sepeda onthel Tangerang dan sekitarnya
Setelah seremoni selesai, kami dipersilakan untuk sarapan pagi bersama. Menunya makanan khas Indonesia, nasi putih, tumisan kacang panjang, sate ayam, ayam bumbu kecap, mie goreng plus teh dan kopi hangat. Eh jus buah juga ada... tak lupa dessert berupa rebus-rebusan: ubi, kacang, pisang. Komplit pokoknya.

Dan setelah sarapan, kejutan masih menunggu.  Saya dan teman-teman undangan acara Agustusan ini *haha* diajak naik ke lantai tiga. Kami dikawal oleh Mbak Dhini, marcom-nya Grand Zuri Hotel BSD City dan Pak Dimas, F&B Manager. Kami diarahkan ke ruang terbuka dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitaran.

Di sana terletak tiga meja tinggi dan wowowow... di atas ketiga meja telah terhidang berbagai makanan yang mengundang selera. Rupanya kami diajak ke sini, sengaja diminta mencicipi menu khusus yang akan hadir sepanjang bulan Agustus ini.

Makanan yang disajikan adalah makanan khas peninggalan dari masa kolonial *hehe* coba aja lihat foto-foto makanan yang saya ambil.




Familiar kan sama jenis-jenis makanan di atas? Siapa coba yang nggak tahu lapis legit? Jaman Noni-Noni Belanda pesta-pesta minum teh mereka bilangnya spekkoek. Ada klappertaart, poofertjes si kue cubit ala Oma-Oma Holland, frikadel alias perkedel kentang yang dicampur cincangan daging, ada kroket juga, adonan kentang yang diisi sayuran.

Ini kalau Eyang-eyang dan Mami-mami kita diajak menikmati kenangan jadul lewat makanan-makanan itu pasti seneng banget deh. Nah, semua makanan jadul penuh memori itu bisa dinikmati dengan harga muali dari 35K sampai dengan 54K sudah ++ lho ya. Makannya sambil ditemenin kopi tubruk dan jus merdeka, beverages yang disiapkan oleh Grand Zuri Hotel. Kalau boleh usul sih musik pengiringnya keroncong dong, biar suasananya tambah mantap.

Pokoknya cocok deh staycation sekalian Agustusan di hotel ini. Interior bangunannya aja udah dapet kan ala-ala Eropa gitu, terus menu makanan juga back to the past. Dapet banget deh suasana jaman kemerdekaannya. Dan kamu bisa dapet harga menarik lho selama tanggal 17-20 Agustus 2017 ini. Tertarik? langsung aja hubungi kontak Grand Zuri Hotel BSD City di bawah ini:

GRAND ZURI HOTEL BSD CITY
Jl. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot 6
BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten
Telepon: (021) 29404955

Love,



HELLO LADIES, SUDAHKAH PEMERIKSAAN KESEHATAAN RUTIN MENJADI BAGIAN GAYA HIDUP SEHAT ANDA?



Beberapa tahun ke belakang ini rame kan ya pola gaya hidup sehat bergaung di mana-mana. Sebabnya apa? Karena sebagian dari masyarakat sudah paham pentingnya tindakan preventif atau pencegahan daripada mengobati. Tahu dong kalau biaya berobat di masa sekarang ini, kalau dikumpul-kumpul bisa buat beli rumah.

Makanya, sekarang itu masyarakat (urban sih pada umumnya) taat menjalankan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat itu apa sih? Ya menjalani hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat.

Pola makan diganti jadi non lemak dan non karbo, kalo bisa sampe vegetarian sekalian, pikiran ditenang-tenangin jangan mikirin yang ruwet-ruwet, kebiasaan jelek yang suka ngemil karbo ganti sama buah-buahan, biasanya manja naik lift ganti naik tangga, biasanya ke warung depan aja pake motor ganti jalan kaki. Got depan rumah yang biasanya mampet rutin dibersihkan, rumah yang nyapunya dua hari sekali jadi tiap hari... hehe... ndak yaaa bukan saya 😂

Tapi, ada satu yang lupa dimasukkan ke dalam list gaya hidup sehat. Apakah itu? yaitu memeriksakan kesehatan secara rutin.

Kok bisa dilupakan dengan sengaja? karena pada umumnya orang datang ke rumah sakit karena terpaksa, ya karena memang udah sakit. Kalau lagi sehat boro-boro kepikiran mau datang ke rumah sakit. Kenapa? image rumah sakit yang nggak nyaman dengan segala pemandangan orang sakit, bau obat, bau karbol. Belum lagi waktu konsultasi yang terburu-buru gara-gara antrian panjang, dan lain sebagainya. Nah, alasan-alasan itulah yang bikin orang sehat malas sengaja datang ke rumah sakit. Tapi saya sih betah kalau nganter yang berobat ke rumah sakit, apalagi kalau makanan di kantinnya enak-enak *hehe*.

Nah, melihat kenyataan tersebut Prodia memikirkan solusi, bagaimana caranya supaya orang-orang yang ingin bergaya hidup sehat tapi nggak malas memeriksakan kesehatannya. Maka, pada tanggal 8 Maret 2017, bertepatan dengan Intternational Woman's Day, Prodia meresmikan Prodia Women's Health Centre (PWHC) yang berlokasi di Jl. Wolter Mongonsidi No. 77, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Eh udah pada tahu dong Prodia itu apa? Bimbingan belajar? aish... hahahah... ini kenyataan karena ada teman yang nyangka kalau Prodia semacam Primagama gitu hehe. Ini saya kasih bocoran sedikit soal Prodia ya.
Laboratorium klini Prodia didirikan di Solo tahun 1973. Sejak awal pendirinya, Dr.Andi Widjaja, MBA memiliki komitmen untuk memberikan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Komintmen inilah yang mengantarkan Prodia menjadi lab klinik terbaik dan terbesar di Indonesia sekarang ini. Tahun 2012 Prodia mendapat akreditasi College of American Pathologists (CAP). Satu-satunya lho di Indonesia. Dengan demikian Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Hingga saat ini Prodia mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 273 outlet, yang tersebar di 31 provinsi dan 114 kota di Indonesia.
Kok "woman" aja sih? Menurut pandangan pihak Prodia, perempuan pantas mendapatkan perlakuan khusus, mengingat populasi perempuan di Indonesia hampir separuh dari total penduduk ( 254,9 juta menurut data BPS tahun 2015).

Selain itu kaum perempuan kan yang lebih semangat dan giat menjalankan gaya hidup sehat tapi sekaligus paling cemas terhadap tubuhnya, oleh karena itu PWHC didirikan sebagai klinik layanan kesehatan khusus perempuan yang berbasis Women-Wellness. Terobosan ini yang pertama lho di Indonesia.

Pada tanggal 4 Agustus kemarin saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan untuk berkunjung dan mendengarkan penjelasan langsung mengenai Prodia Women's Health Centre ini. Kami disambut dengan ramah olehs staff PWHC, dijamu makan siang dengan menu gudeg yang endes gandes puwoool. 

Pemaparan mengenai seluk beluk PWHC dan pelayanannya dipandu oleh Ibu Rini Budiati, selaku Project Manager PWHC dan Dr. Raditya Wratsangka, SpOG(K) selaku penanggung jawab PWHC.

Ibu Rini Budiati dan Dr. Raditya Wratsangka, SpOG (K)

FOKUS PELAYANAN

PWHC memberikan pelayanan berfokus pada Obstretric Gynaecology. Karena pada dasarnya yang ditakutkan oleh perempuan itu cuma berkisar pada tiga hal, yaitu kanker, nggak bisa punya anak, kalau hamil pengen kehamilannya sehat. Hal tersebut diungkap dr. Raditya pada kesempatan pemaparannya. Betul itu, Dok.

Oleh karena itu PWHC memberikan layanan secara menyeluruh mulai dari pencegahan dini, pencegahan lanjutan, diagnostic center hingga konsultasi dokter.

Berikut ini jenis pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PWHC :

1. PENCEGAHAN DINI (Primary Prevention) 
  • Penyuluhan/edukasi
  • Vaksinasi/imunisasi
2. PENCEGAHAN LANJUTAN (Secondary Prevention)
  • Medical check-up
  • Tes laboratorium lengkap
  • Pap smear
3. DIAGNOSTIC CENTRE
  • USG Obgyn
  • Colposcopy
  • LLETZ (Large Loop Excision (of the) Transformation Zone (of the cerviks))
  • Hysterosalpingography
  • USG Breast
  • X-Ray (rontgen)
  • Electrocardiography
4. KONSULTASI DOKTER baik dengan dokter umum maupun dokter spesialis dan sub spesialis

Sebentar lagi juga PWHC akan menyedikan layanan Hysteroscopy dan Mammography. PWHC juga sedang mengembangkan panel pemeriksaan yg berkaitan dengan fertilitas dan pencegahan penyakit kanker secara dini dengan cara uji genetik. Wah, makin lengkap aja dong ya.

PWHC juga mengacu pada Well-Woman Annual Health Assessmen yang direkomendasikan oleh ACOG (the American Congress of the Obstretician and Gineacologist) tahun 2012, yaitu pemeriksaan kesehatan untuk perempuan berdasarkan strata usia. Kebutuhan setiap strata berbeda dan di PWHC tersedia semua pelayanan sesuai strata usia tersebut.


KEUNGGULAN PELAYANAN

Untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan memuaskan bagi kaum perempuan ini, PWHC bisa dibilang membekali diri dengan senjata yang mumpuni, yaitu:

1. Advanced Technology

Perkembangan teknologi telah menyentuh berbagai bidang, termasuk kesehatan. PWHC menggunakan peralatan-peralatan pendukung kesehatan yang canggih untuk memberikan kepuasan pada pasien-pasiennya.


2. Tenaga yang memiliki komitmen dan keahlian yang tinggi di bidangnya, paramedis dan staff.

PWHC menerapkan konsep "patient management" sebagai dasar pengambilan keputusan klinisnya. Jadi nggak sembarang mendiagnosa dan kemudian diambil tindakan. Melainkan melalui tahap-tahap yang dirasa perlu untuk dilakukan, untuk mendapatkan data yang akurat sebelum mengambil keputusan klinisnya.



3. Comfortable Setting

Karena wanita ingin dimengerti *jargon iklan apa ya* makanya PWHC membuat konsep pelayanan yang "perempuan banget". Perempuan itu kan sensitif dan baperan *ayo ngakuuuuuu* jadi semua konsep PWHC itu didedikasikan setulusnya untuk perempuan, mulai dari interior secara keseluruhan, dibikin cozy dan hommy. Bener lho saya aja nggak merasa lagi di klinik, tapi ngerasa lagi berkunjung ke rumah siapa gitu... 

Ruang konsul yang lapang bikin nyaman bikin santai pasien, jadi kalau mau berlama-lama konsultasi dengan dokter juga enak-enak aja. Ruang tunggu yang dikonsep privat. Ruang tindakan, ruang menyusui sampai toilet dan mushola pun tersedia dan semuanya terawat bai. Bersih dan wangi.


Pokoknya PWHC memang cocok banget jadi klinik khusus wanita. 

Soal harga gimana? Ini saya kasih bocoran salah satu harga panel yang disediakan PWHC. 


EDUKASI PUBLIK

Tingginya komitmen PWHC pada pelayanan kesehatan wanita, membuat klinik ini getol mengadakan kegitan-kegiatan edukasi, yang tujuannya menyampaikan informasi mengenai isu-isu kesehatan yang berkaitan dengan wanita. Biasanya kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan komunitas-komunitas perempuan, sekolah, perkantoran, dan lain-lain.



Nah, gimana? Sudah sadarkah wahai kaum perempuan, "perkakas" kita ini harus dirawat dan perlu banget rutin memeriksakan kesehatan sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat. Ingat-ingat yang satu ini yuk, PEREMPUAN SEHAT PEREMPUAN HEBAT.


Love,



[EVENT] SOFT LAUNCHING NOVEL ANAK RANTAU KARYA A. FUADI


Bagi saya yang suka nulis, acara launching buku, bedah buku, atau bincang buku adalah acara wajib untuk dihadiri. Saya masih memegang pakem bahwa yang suka nulis atau yang ingin jadi penulis harus selalu berdekatan dengan buku (bisa juga bahan bacaan lainnya). Buku atau bahan bacaan atau ya tegas-tegas aja, membaca itu kegiatan wajib jika ingin hasil tulisannya baik (kalau bagus mah relatif ya), berisi dalam arti mengandung ruh yang akan meninggalkan kesan bagi pembaca, dan memperdalam pengolahan diksi.

Terus terang udah lama saya absen dalam kegiatan seperti itu. Kangen juga menghadiri diskusi/bincang buku, walau nggak ikut aktif dan hanya sebagai pendengar aja juga udah nikmat banget rasanya. 

Dasar emang udah rejeki, saya baca informasi di grup ISB (Indonesian Social Blogpreneur) acara soft launching novel Anak Rantau karya A.Fuadi. Wow, langsung daftar. Bukan karena A.Fuadi termasuk penulis favorit saya, tapi ya emang kangen minggle dengan para pecinta buku, dan waktunya juga pas lagi nggak bentrok sama acara lain.

Maka hari Sabtu, tanggal 5 Agustus kemarin saya meluncur dari Serang ke kawasan Kota Tua Jakarta. Acara tersebut akan diselenggarakan di area Gedung Pos, tepatnya sih di Batavia Market, sebuah cafe yang suasananya cozy banget, letaknya pas sebelah Gedung Pos itu. Ditambah lagi saya belum pernah lho ke kawasan Kota Tua ini *silakan ketawa* paling cuma sampe Museum Bank Mandiri dan lewat doang kalau mau ke Asemka 😁

Ke-excited-an saya nambah lagi berkali lipat ketika sampe kawasan Kota Tua, nyadar bahwa acara soft launching Anak Rantau ini merupakan salah satu agenda dari Asean Literary Festival. Tahun ini adalah penyelenggaraan ALF yang keempat. Ya ampuuun... udah lama banget sejak aku datang ke ALF di TIM dua tahun lalu. Sekalian deh sight seeing dari booth ke booth yang meramaikan ALF 2017 ini.

* back to soft launching Anak Rantau *

Di undangan tertera waktu acara jam 12.00 WIB, dan sampe jam segitu acara belum dimulai juga maka saya dan Tati (teman blogger) memutuskan sholat zuhur dulu. Eh, pas kami kembali ke venue acara, Uda Fuadi sedang memberikan penjelasan mengenai isi novelnya (tadinya saya manggil beliau Mas pikir-pikir kan udah jelas-jelas beliau asali Minang, kenapa masih dipanggil Mas juga 😂). Uuu... ketinggalan deh.


Tapi jangan kecewa dulu ya, ini bocorannya yang saya kutip dari cover belakang novel Anak Rantau.
Hepi, perantau bujang yang menyalakan dendam di tepi danau. Martiaz, ayah yang pecah kongsi dengan anaknya di simpang jalan. Datuk, kakek yang ingin menebus dosa masa lalu di tengah surau. Pandeka Luko, pahlawan gila yang mengobati luka lama di rumah usang. Apakah "alam terkembang jadi guru" menjadi amanat hidup mereka? Mungkinkan maaf dan lupa menjadi penawar bagi segenap lupa? Ikuti petualangan Hepi bersama Attar penembak jitu dan Zen penyayang binatang, bertemu semua tokoh ini, bertualang mendatangi sarang jin, menghadapi lelaki bermata harimau, memburu biduk hantu, dan menyusup ke markas pembunuh. Semuanya demi melunasi sebuah dendam, sebuah rindu.
Deskripsi tokoh-tokoh dalam novel ini aja udah memancing rasa penasaran, ya kan. Ditambah lagi ada ungkapan "alam terkembang jadi guru" dan petualangan Hepi dkk menyusup ke markas pembunuh. Ada apa ini? Baru baca segitu aja saya udah berdebar-debar karena excited.

Kalau boleh menyimpulkan secara global sih novel ini adalah kisah luka dan proses memaafkan dari tokoh sentralnya, dibalut setting lokalitas dengan nafas alam Minangkabau khas A.Fuadi, ditambah bumbu kriminal yang mengangkat isu narkoba.

Apa yang menjadi ide dasar ditulisnya novel Anak Rantau?

Ternyata latar belakang kisah novel ini adalah kegelisahan yang dirasakan Uda Fuadi. Penyebabnya adalah berbagai masalah yang terjadi di desa kelahirannya. Salah satunya adalah kasus narkoba yang menimpa seorang Datuk di desanya. Datuk gitu lho... bukannya seseorang dengan gelar Datuk adalah seseorang yang dianggap tokoh di masyarakat dan pemangku adat. Kok bisaaa... tersangkut kasus narkoba.

Walau memang jika melihat tata geografis kampung halaman Uda Fuadi ini memang rawan karena berada di "jalur merah". Jalur merah itu maksudnya kawasan yang dilalui distribusi narkoba antara Aceh dan Sumatera Barat. 

Dan tampaknya terjadi pembiaran terhadap masalah-masalah yang timbul itu. Entah karena ketidaktahuan atau memang sengaja dibiarkan. Nah, kira-kira itulah yang menjadi biang kegelisahan Uda Fuadi, yang kemudian dia tuangkan ke dalam karya tulis.

Selain isu serius di atas, Uda Fuadi juga menyisipkan sentilan untuk berita hoax. Dia juga merasakan kegelisahan terhadap isu ini, di mana sekarang ini tatanan masyarakat terancam goyah hanya karena mempercayai hoax. Orang dengan mudahnya termakan berita yang belum tentu kebenarannya. Kekinian nih Uda. Sepakat juga sih sama Uda.


Bincang novel Anak Rantau ini tambah meriah dengan kehadiran Miftah Sabri, CEO Selasar.com sebagai pengulas novel tersebut. Miftah mengaku kaget ketika pertama kali membaca draft Anak Rantau. Hepi, tokoh sentral di novel itu, kok gue banget. Karakter mereka mirip. Pengalamannya sebagai anak piatu jadi melebur merasakan luka yang sama dengan Hepi.

Dan saya harus setuju dengan penuturan Mas Miftah, gaya bertutur A.Fuadi ini sederhana. Menggunakan diksi-diksi yang umum gitu lah kira-kira, kalimat-kalimat juga membumi tapi bisa meninggalkan kesan dan makna yang begitu dalam. Nah, inilah sebab mengapa Uda A.Fuadi termasuk ke dalam list penulis favorit saya *hehe*. Jujur aja saya suka kurang menikmati novel-novel dengan diksi yang extravaganza bertabur metafora, lelah... atau saya yang kurang pintar? 😂

Penuh gini ya ruangan. Ini belum termasuk yang memedati area sebelah kanan saya dan yang lesehan.
Penggemar A.Fuadi buanyak ya, kalah deh K-POP star 😁 Nggak tanggung-tanggung ada yang bela-belain
datang dari Yogya, Padang, bahkan dari Malaysia. Wow!

SESI TANYA JAWAB

Nah, nggak nyangka kan sesi ini bakal jadi bahan rebutan *hehe*. Dari pertanyaan hadirin dan jawaban dari Uda Fuadi banyak lho yang bisa dipetik sebagai bekal amunisi kalau pengen jadi penulis, juga buat membangunkan kembali hasrat menulis bagi penulis pemalas macam saya ini *hahaha*.

Kunci proses kreatif dari penulisan novel ini adalah RISET. Ya, Uda merasa perlu untuk kembali ke kampung halamannya, supaya bisa merasakan dan melihat langsung masalah yang akan dijadikan unsur konflik dalam novel. Dia juga menemui pemuka adat, perantau-perantau, polisi dan badan narkotika untuk brainstorming dengan pihak-pihak yang memang berkecimpung di bidang yang akan dijadikan unsur pendukung konflik dan setting.

Uda Fuadi menyebutkan empat unsur yang menjadi rumusnya dalam menulis, yaitu WHY, WHAT, HOW, WHEN. Bukan 5W 1H ya Uda, ini lebih sederhana. Yang pertama temukan dulu why-nya kenapa kamu ingin menuliskan sesuatu. Nawaitunya apa? Karena menulis itu bagi Uda adalah perjalanan ke dalam (interaksi dengan diri sendiri dulu). Kalau udah menemukan jawaban untuk si why ini, tulisanmu akan lebih kuat ruhnya. Gitulah kira-kira ya, kenapa si why ini begitu pentingnya.

Kemudian WHAT: ya apa yang akan kamu tuliskan itu. HOW: gimana caranya kamu menuliskan itu yatadi itu riset menjadi salah satu poin penting dasar kamu menulis, dan WHEN: ya kapan kamu mau nulisnya. Nulis itu ya kayak nikah, disegerakan aja kalau udah mampu. Sebaiknya jangan ditunda, apalagi koar-koar sana sini tapi nggak ada action. Ayo buruan NIKAH! eh salah nulis maksudnya.

Etapi ternyata nikah sama nulis itu berkaitan erat lho. Buktinya Uda Fuadi merasa beruntung ketika menulis sudah ada pasangan hidup yang mendampingi. Mbak Yayi, istrinya Uda Fuadi itu ternyata orang pertama yang mereview naskah novel yang ditulis Uda Fuadi. Dari pengakuan Uda Fuadi sih, Mbak Yayi lebih garang coretannya dari Editor di penerbit. Nah Lho!

Intermezzo dikit ya, saya jadi teringat pesan yang sama dari salah seorang guru menulis saya Mas Gola Gong, enaknya penulis yang udah beristri itu ya gitu selain jadi first reader, eh kalau capek nulis ada yang mijetin, eh kalau tengah malem mentok ide nulis ada yang dibangunin... ngapaiiiin?!!! bikinin kopi lah... hahahah. Makanya Mas Gola Gong getol ngeracunin relawan di Rumah Dunia supaya menyegarakan menikah jika sudah mampu.

*back to stage*

Senangnya... dapat merchandise dari Uda Fuadi. Betah lembur nulis ya ditemenin kopi dalam mug Anak Rantau 

Kemudian fans kepo nanyain buku-buku yang jadi referensi, lagi dibaca dan penulis favorit Uda Fuadi. Harper Lee disebut Uda, emang Da novel To Kill A Mocking Bird itu favorit saya juga, dan mendengar Uda menyebutkan judul itu, sukses membangkitkan rindu saya pengen baca novel itu lagi. Khaled Hosseini juga disebut sebagai penulis favoritnya, eh kok sama lagi sih Da... tapi kok kemampuan nulisku gini-gini aja sik... *tanya sama kemalasan dan drakor-drakor yang memerangkapmu itu* 😀

Ya pokoknya bincang buku sama Uda Fuadi ini santai tapi seru dan banyak hikmah yang bisa kita petik lho. Dan ketika ditanya apa sih arti buku untuk Uda, jawabannya kece "Buku buat saya seperti flying carpet. Karpet terbang." Buku atau karena menulis buku lah, yang membawa Uda Fuadi ke tempat-tempat yang tak terduga, seperti undangan untuk menjadi dosen tamu di Berkeley University, Amrik booo... dan sebagai tamu VIP Japan Foundation, pameran buku di Frankfurt, Jerman. Wohow... aku pun mau... :D 

Dan berbagi pengalaman itu lah yang menjadi akhir dari bincang-bincang di acara soft launching novel Anak Rantau. Tapi sebetulnya sih, acara ditutup dengan prosesi book signing. Antriannya lumayan panjang juga. Saya mah nyerah deh, toh saya bakal ketemu Uda Fuadi di acara kepenulisan di Yogya, nodong tanda tangannya di sana aja lah. Jadi saya melipir ke desk yang menyedikan iced coffee yang enak-enak banget., dan walhasil abis dua gelas deh... *pengakuan dosa* 😎😎

Well, segitu dulu deh ya cerita liputan event soft launching novel Anak Rantau karya A.Fuadi berkat kerjasama Falcon Publishing dan Indonesian Social Blogpreneur. Alhamdulillah saya happy mengikutinya dan nggak akan nolak kalau diajak lagi ke acara-acara serupa ini, dengan catatan waktunya pas sama skedul *bah sok sibuk banget kau*.

Sekarang saya belum baca novelnya, kalau udah baca entar saya kasih reviewnya yaaa... bubay...


Love,



BEGINI CARANYA MENYIAPKAN ANAK MENJADI GENERASI MAJU


Mendengar dua kata ini #GenerasiMaju, definisinya seperti apakah? atau ciri-cirinya seperti apa sih anak generasi maju ini? Ada kah kaitannya dengan Generasi Emas tahun 2045 yang sedang giat dicanangkan pemerintah? 

Mendefinisikan #GenerasiMaju agak bias karena (menurut saya pribadi) parameter kemajuan itu bisa berbeda untuk tiap individu. Tapi, kalau ditinjau dari ciri-cirinya, anak yang menjadi bagian dari #GenerasiMaju adalah sebagai berikut:


Tiga kriteria itu udah pasti dong jadi dambaan Moms di mana pun juga, segala usia, dan segala latar belakang ekonomi dan pendidikan. Nah, gimana Moms caranya membentuk karakter anak supaya memenuhi tiga kriteria tersebut. Tentu saja jalannya nggak semulus pipi artis-artis Korea, ya kan... butuh perjuangan dan kesabaran. 

Saya aja yang bisa dibilang "Veteran Mom" gini masih harus banyak belajar ngawal anak-anak dengan perbedaan usia yang lumayan jauh. Peran sebagai orangtua remaja pasti berbeda dengan peran ketika menghadapi anak usia sekolah dasar. Dan yang pasti nggak ada sekolah resmi untuk jadi orangtua, di situ letak masalahnya. Tapi sekarang, dengan kebebasan teknologi, kita bisa menggali ilmu parenting dari berbagai sumber. Salah satunya adalah seminar parenting seperti yang (sering) diselenggarakan oleh SGM Eksplor. 

Seperti yang baru saja saya ikuti, hari Sabtu tanggal 29 Juli lalu yang bertempat di hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat. Tema seminar parenting hari itu memang sesuai dengan  pembahasan mengenai generasi maju ini, yaitu "Peran Orangtua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil Menjadi Anak Generasi Maju." Di acara yang dipandu MC kocak Cici Panda ini kenyang deh saya dan Moms yang hadir dicekokin langkah-langkah apa aja sih yang bisa mengarahkan anak menjadi generasi maju oleh Mbak Anna Surti S.Psi, M.Si Psikologi yang bekennya sih dipanggil Mbak Nina, seorang Psikolog Keluarga dan Anak.

KEMAMPUAN BERSOSIALISASI

Moms, jika disimpulkan dari tiga kriteria di atas, anak generasi maju adalah anak yang mampu bersosialisasi dengan baik di lingkungannya. Tapi Moms nggak mudah membentuk anak dengan keterampilan sosial yang baik, ada syaratnya dulu. Memangnya apa sih syaratnya? Nah ini Moms, syarat untuk anak dapat bersosialisasi dengan baik.




Tentu saja dengan tubuh yang sehat anak bisa beraktivitas dengan baik, beda dong dengan anak lemah bagai tanaman layu yang nggak ketemu air seminggu. Cerdas berimajinasi maksudnya bukan supaya anak jadi halu ya... 😁 tapi kelak dengan imajinasi yang luas namun terarah, dia bisa kreatif dalam memecahkan berbagai persoalan dengan berbagai cara. Emosi yang baik anak bisa mengekspresikan keinginannya dengan baik dan mudah dimengerti oleh orang dewasa.

HAL-HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK




Lalu keterampilan sosial seperti apa yang perlu dimiliki oleh buah hati kita, Moms? Nah, silakan di lihat penjelasannya berikut ini:



Moms nggak gampang ya perjalanannya membentuk anak menjadi Anak Generasi Maju, butuh perjuangan pastinya. Tapi, Moms nggak perlu khawatir, Moms nggak perlu merasa sendirian karena SGM Eksplor siap mendampingi Moms. Sudah menjadi komitmen SGM Ekslpor untuk selalu memberikan dukungan terbaik bagi para orangtua Indonesia dalam mempersiapkan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju. 
"Kami memahami perjuangan para orangtua untuk selalu memberikan yang terbaik demi masa depan si Kecil. Bentuk komitmen dan dukungan kami berikan kepada orangtua Indonesia dengan menyediakan produk nutrisi terbaik dan berkualitas serta edukasi yang dapat mendampingi orangtua dalam memastikan pemenuhan nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil.” (Astrid Parasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor)
Apa aja sih bentuk dukungan yang diberikan oleh SGM Eksplor? Bentuk dukungannya tentu saja dengan menyedian produk nutrisi terbaik dan berkualitas juga edukasi berupa seminar parenting. Melalui seminar parenting ini, diharapkan orangtua mendapat informasi yang tepat terkait dengan pemenuhan nutrisi yang tepat dan pola asuh yang sesuai dengan tahapan usia anak.

Program edukasi tersebut telah secara rutin dilaksanakan di beberapa kota. Wah, senangnya kalau bisa ikutan acara-acara seperti itu. Mana gratis lagi... *hehehe*. Gimana dong yang kotanya belum prnah dikunjungi, atau pas ada acara bagus gitu di kota tempat tinggal Moms, tapi adaaaa aja halangannya.

Eits, jangan galau Moms, karena selain berkomitmen dalam mengedukasi secara langsung, SGM Eksplor juga ingin program edukasi ini jangkauannya lebih luas lagi yaitu dengan mengoptimalkan aset digitalnya. Nah, jadi pada hari itu, bukan hanya diselenggarakan seminar parenting aja tapi sekaligus launching website resmi dari Aku Anak SGM, yaitu www.akuanaksgm.co.id


Connection Manager SGM Eksplor, Naomi Jamarro menjelaskan bahwa, “Untuk lebih memperluas jangkauan edukasi dan memberikan materi yang lebih menyeluruh  kepada para orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil, maka SGM Eksplor memperkenalkan website baru www.akuanaksgm.co.id, di mana orangtua bisa mendapatkan informasi melalui tiga pilar utama, yaitu pilar nutrisi, edukasi dan parenting dalam mendukung si Kecil menjadi anak generasi maju. Selain itu, melalui website; www.akuanaksgm.co.id para orangtua di Indonesia juga berbagi video cerita inspirasi tentang perjuangan orangtua dalam membesarkan anak sehingga dapat menginspirasi para orangtua lainnya untuk terus berjuang menjadikan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju.” (dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan penyelenggara seminar).

Selain website, Aku Anak SGM juga bisa diakses melalui media sosial:

Facebook : Aku Anak SGM

Instagram : @akuanaksgm

Twitter: @AkuAnakSGM_ID



Love,