UBUD DESTINASI EDUWISATA IMPIAN

 

Kalau ditawari liburan ke Bali, tentu saja saya akan memilih Ubud. Sejujurnya saya kurang suka suasana pantai, makanya pilihan tujuan liburan favorit saya selalu ke tempat yang "hijau-hijau". Di Bali, tempat yang hijau-hijau paling asyik (menurut saya) ya di Ubud.

[REVIEW] MILEA SUARA DARI DILAN: SEBUAH KENANGAN DAN PELAJARAN

 


Judul Buku : Milea Suara dari Dilan
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Cetakan : II, 2016
Halaman : 360 halaman
ISBN : 978-602-0851-56-3


Sinopsis :

4 TEMPAT WISATA YANG PALING INGIN DIKUNJUNGI DI MAGELANG




"Ke Magelang, yuk!"
"Mau ke mana emang?"
"Borobudur..."
"Jyaaaaah..."

Kalau mau ngajak saya jalan-jalan ke Magelang jangan ajak ke Borobudur dong, bosen deh kayaknya. Dari jaman masih pake popok udah ke situ. Jaman balita ke situ juga. Jaman remaja nekat piknik-piknikan bareng geng ke sana juga. Dua tahun lalu baru ke sana. Bukannya nggak kangen sama arca-arca warisan nenek moyang itu, tapi ada tempat-tempat lain yang pengen saya kunjungi kalau ke Magelang. Apa aja? yuk simak pengakuan saya di bawah ini ^ - ^

DARI ACARA BINCANG BUKU KEBAHAGIAAN YANG KUTAHU



Nggak rugi deh jauh-jauh menempuh jarak antar provinsi, numpang mobil elf pengap (karena transportasi tergampang dan bisa turun pas depan tempat tujuan) demi hadir di acara bincang buku bertajuk "Kebahagiaan Yang Kutahu", karya Datuk Stella Chin ini. Kenapa coba? bukan cuma pengen ngukur kadar kebahagiaan diri sendiri sih *hehe* tapi saya memang gitu sih orangnya, kalau ada acara yang berhubungan dengan buku, langsung nafsu.

EV HIVE PILIHAN KENYAMANAN BEKERJA



Beruntung banget saya ikutan mini-seminarnya Putri KPM (sebut nama... hehe) yang diselenggarakan di Ev Hive The Breeze, BSD City beberapa waktu lalu. Awalnya saya pikir tempat itu adalah kafe, ternyata bukan. Ev Hive itu punya nama lain yang lebih keren, yaitu co-working space alias ruang kerja bersama.

TUJUH HAL ASYIK BEKERJA DI CO-WORKING SPACE



Rata-rata penulis jawabannya seragam ketika ditanya, apa yang menghambat proses kreatif menulis, yaitu suasana yang nggak kondusif. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang sibuk mengurus bayi, rumah berantakan, pekerjaan rumah tangga yang menumpuk, dan lain-lain. Ini ditinjau dari kasus penulis dengan kategori ibu-ibu macam saya.

Nah saya justru kebalikannya. Saking nyamannya di rumah *bukan yang congkak bukan yang sombong ya*, malah bikin tambah males nulis. Masalahnya di jam-jam yang seharusnya produktif - jam 8.00 sampai dengan jam 15.00 - rumah tenang, aman, tenteram, damai, sentosa... hehehe. Semua anggota keluarga kecuali saya, sudah keluar rumah. Tapi, justru kondisi seperti itu malah membuai saya untuk ber-me-time ria yang kelamaan.

6 in 1 SATU SUSU UNTUK SELURUH KELUARGA



Suatu hari saya belanja bulanan bareng tetangga. Habis ditawarin, sih, saya juga orangnya mauan lagi, kan lumayan bisa ngirit ongkos taksi *hehe*.  

Tapi tiap kali selesai belanja, siapa pun yang belanja bulanan bareng saya, entah itu tetangga atau teman kantor (dulu masa masih kerja), pasti matanya terbelalak takjub melihat dua troli belanjaan saya dan komentarnya nyaris seragam, "Mbak Ina, belanjaannya kayak mau buka warung." *bwahahaha...*

MELEPAS RINDU PADA MASAKAN KOREA DI MUJIGAE



Tahun 90-an, pengetahuan saya soal makanan Korea itu baru seputar kimchi aja. Pada masa itu ada beberapa konsultan kantor yang berasal dari Korea, walau mereka nggak fanatik masakan Korea, tapi selalu bawa bekal kimchi. Saya suka disuruh nyicip (dan nggak suka) *hehe*.

Tahun 2000-an, wawasan masakan Korea saya bertambah, gara-gara jatuh cinta pada drakor "Jewel in The Palace", karakter utamanya adalah dayang istana khusus bagian dapur raja, bernama Jang Geum. Karena latar belakang ceritanya soal koki istana, otomatis banyak scene yang memperlihatkan gelaran hidangan-hidangan menggiurkan yang bikin air liur nyaris menetes.