SEBERAPA MENYERAHKAH ANDA PADA UANG?


"don't lose to jerks like that
even if we get swayed by money
let's not lose
the kids need a mom in this crazy world
live ... be healthy ... don't give up"
#Nurse Jang #BeautifulMind

Seringkali, ketika menonton drama/film saya menemukan scene yang mengesankan. Meskipun bukan scene yang dimainkan pemain-pemain utamanya, tetapi ketika menonton scene itu, saya merasa mendapat "sesuatu". Maka saya akan bilang kalau drama/film itu bagus.

BERBAGI VIRUS CERIA SETIAP LEBARAN TIBA




Kamiii... Pramuka Indonesia...
Manusia Pancasila...

Hahay... ada yang masih ingat atau malah nggak tahu lagu itu? ^:^ Lagu itu kayaknya cocok deh dijadikan theme song postingan ini. Soalnya gara-gara ikut kegiatan pramuka, saya bertemu dengan para sahabat yang akan saya ceritakan di sini.

Persahabatan kami dimulai sejak tahun 1988. Saat itu kami masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tahun kedua. Pada tahun itu, rata-rata regu pramuka putri di angkatan kami mulai ompong, karena sebagian anggotanya berhenti mengikuti kegiatan pramuka.

Yang tersisa tinggal 10 orang termasuk saya, akhirnya kami pun berkoalisi. Pada bulan Juli tahun 1988, bendera Regu Padi (karena nama bunga untuk nama regu sudah terlalu mainstream) mulai berkibar. Dan selama dua tahun itulah kami banyak menghabiskan waktu bersama. Suka-duka dibagi rata. Mulai dari berbagi surat cinta *hahaha* sampai bareng-bareng "disiksa" latihan oleh Kakak Senior, menjelang lomba-lomba kepramukaan tiba.

BAKING @ HOME: BOLPIS ALA MAMA INA

source: pinterest.com


Record baking saya dalam kurun waktu 20 tahun masa perkawinan, sangat bisa dihitung dengan jari. Walau tak separah quote di atas, tapi memang sih jujur saja, kemampuan saya dalam hal masak-memasak maupun baking sangatlah terbatas *sigh* jadi ya, seringnya pilihan jatuh ke no. 3 *ketawa malu*

Nah, beres mudik kemarin, medsos ramai oleh postingan foto oleh-oleh. Dan tampaknya yang menduduki top rank di TL medsos saya adalah bolu pisang alias bolpis Bu O*** (maaf Bu, next time kalau ibu ngasih saya bolpis gratisan saya perjelas namanya :D) dari Sukabumi. Aih pengen... tapi nggak ada yang ngoleh-ngolehin *nangis*

[CERPEN] TOPENG PUTIH RARA ANOM




“Jadi kau tetap pada pendirianmu, Nyai Mirah?” Perempuan cantik itu bertanya pada ibunya. Dia menghela napas, sorot matanya mencorong dan wajahnya tampak memerah.
“Iya, Den Ayu, saya mohon maaf.”
“Nyai Mirah, kau sudah menyia-nyiakan kepercayaanku. Kau tidak takut akan akibatnya?”
“Saya lebih takut pada Gusti Allah, Den Ayu,” sahut ibu dengan kepala menunduk.
“Cih! Kau sudah termakan kata-kata Ustaz uzur itu rupanya.  Baiklah, memangnya cuma kau dukun susuk terbaik di daerah ini.  Akan kutemukan seratus dukun susuk yang jauh lebih mumpuni daripada dukun susuk seperti kau!”

Susi masih mengingat peristiwa itu. Raut wajah marah perempuan yang dipanggil Den Ayu ketika meninggalkan rumahnya pun masih terbayang di benaknya. Gadis yang sedang mekar remaja itu menghela napas, seraya mengusap lengan kursi jati tua yang sedang didudukinya.