PEMIMPIN "TANPA TELUNJUK"

foto: www.123RF.com
Jadi pemimpin itu bukan cuma mainan bapak-bapak aja kan? Ibu-ibu yang jadi pemimpin udah gak keitung lagi jumlahnya.  Thanks to Ibu Kartini? (kok tanda tanya… hehe). Tapi, ada juga ibu-ibu yang otomatis jadi pemimpin karena suaminya adalah pemimpin. No… saya nggak akan ngomongin Ibu Iriana… saya  sudah move on *halah*

Ini kisah nyata yang terjadi di suatu negeri  bernama RT Sekian. 

LOT 9: ONE STOP EATING di BINTARO



Bagi mayoritas warga Bintaro nama LOT 9 sudah bukan hal baru lagi. Sebuah restoran berlokasi strategis dengan ambience yang menyenangkan.  Bahkan seorang teman yang tinggal di daerah Kebayoran Baru, jika kebetulan ada keperluan ke Bintaro pasti “ngabsen” dulu di situ. Tak jarang juga menyengaja janjian di situ untuk sekadar hangout bersama sahabat.

BUKBER, TRADISI ATAU HOBI?


foto : www.selingkaran.com
Sudah sembilan hari ya kita menjalankan puasa. Sudah berapa kali ikut acara bukber di luar rumah? Hehehe… 

Sejak kapan buka puasa bersama mulai menjadi trend? Siapa pula pencetusnya? Entah…

OLEH-OLEH SUKABUMI VERSI BARU



Kalau ditanya oleh-oleh dari Sukabumi apa, sih? Pasti otak langsung klik ke “mochi”. Iya kan? Ternyata… walau ada sekian banyak jenis oleh-oleh dari Sukabumi, saya baru tahu kalau ada pilihan baru, yaitu Telur Asin Puyuh. 

PPT: TONTONAN FAVORIT(SAYA) SELAMA RAMADHAN


foto : muvila.com

Sebelum berlangganan TV berbayar, acara televisi yang setia menemani sahur (mulai dari masak sampe makan) adalah sinetron PPT alias Para Pencari Tuhan.  Dari jilid 1 sampai jilid 8. Cuma… pas jilid 8 itu nggak pol ngikutin, sih, sempet agak bosan juga. 

Nah, ternyata… tahun ini SCTV masih mengeluarkan PPT jilid 9. Wow… sudah 9 tahun berarti. Ya, syukurlah, karena saya masih malas menonton acara sahur di televisi lain, dan nggak tega juga kalau acara sahur saya dan keluarga ditemani kanal Foxcrime.

MERAYAKAN ULTAH DENGAN STORY TELLING BATTLE

Keyaan usia 5 bulan


Keyaan Altamis Muttaqi, sekarang umurnya 6 tahun. Belum minat sama yang namanya belajar formal: calistung. Namun demikian, saya sangat yakin kalau dia banyak belajar dari kesehariannya.

ANAK SAYA ATAU ANAK ANDA YANG BERMASALAH?






Tidak seperti lazimnya, Keyaan yang biasanya main dengan anteng (bisa sampai jelang magrib tanpa tangisan), hari ini sudah 2x pulang ke rumah sembari menangis.

JURASSIC WORLD: BIGGER, LOUDER, MORE TEETH



 Apa yang ditawarkan oleh “Jurassic World” setelah masa kejayaan Jurassic Park, 22 tahun yang lalu? Tak disangka pertanyaan ini juga yang menjadi landasan ide cerita film ini.

Jurassic Park telah menjelma menjadi Jurassic World (JW). Kepemilikannya beralih ke tangan Simon Masrani (Irrfan Khan) dari Masrani Corp.  JW yang ada di sebuah pulau (Isla Nublar) yang letaknya di pesisir barat Costa Rica disulap menjadi theme park raksasa. Sebuah “taman safari” berisi berbagai jenis dinosaurus, mulai dari yang jinak sampai yang super buas.

MI KERING TROPICANA SLIM PILIHAN TEPAT UNTUK ENIN

Siapa yang tidak tergiur oleh kelezatan mi instan? Makanan cepat saji yang didukung iklan dengan visualisasi menggiurkan, varian yang semakin beragam, cara pengolahan praktis, dan harga yang murah, mi instan memang cocok dijadikan sebagai makanan cadangan. Tak heran jika kerapkali saya memergoki ibu-ibu berbelanja mi instan dalam jumlah banyak di pasar swalayan. Wah! 

Sakinah Bersamamu: Kitab Populer Studi Meraih Surga di Dunia, (Insya Allah) di Akhirat



Dalam profil-nya, Asma Nadia disebut sebagai penulis best seller paling produktif di Indonesia.  Terbukti, dalam waktu 10 tahun ia telah menulis lebih dari 50 buku.  Di awal eksistensinya di dunia kepenulisan, Asma dikenal sebagai penulis fiksi, baik itu  berupa cerita pendek maupun novel.   Cerita-cerita pendeknya dibukukan menjadi kumpulan cerpen sendiri, dan juga antologi bersama beberapa penulis beken lainnya.

"Surga Yang Tak Dirindukan" Versi Lama

:: ISTANA KEDUA ::



Entah apa yang membuat Asma Nadia mengangkat tema poligami pada novel terbarunya ini.  Mungkin saja novel ini adalah ekspresi kegelisahan hatinya dengan santernya pemberitaan tentang  poligami yang semakin marak dan terang-terangan selama setahun kebelakang.
Uniknya melalui novel ini Asma Nadia mencoba bersikap adil.  Lewat jendela Istana Kedua ia “memandang” poligami dari tiga sisi tokoh utamanya sekaligus.  Arini, isteri pertama yang menjadi “korban”, Pras si suami, dan Mei Rose si pihak ketiga. Penggambaran karakter ketiga tokoh sentral ini seimbang, sehingga tidak ada kesan berpihak.  Asma seakan mempersilakan pembaca untuk menilai dan memutuskan kepada siapa akan berpihak.