Demi Tugas Sekolah, Nyawa Melayang

Inna lillahi wa inna illaihi rojiun ...

Pagi tadi, dada terasa sesak saat mendengar kabar salah seorang teman anak meninggal dunia. Usia 14 tahun, raga yang ranum ... jiwa belia ... telah pergi.

Setiap pagi saya menelepon anak-anak, ngecek kegiatan mereka, karena kebetulan saat ini saya tinggal long distance dengan mereka. Setelah mengobrol ini itu, tiba-tiba Ama (nama anak yang mengobrol dengan saya di telepon) nyeletuk. "Ma, temen Ama ada yang meninggal."

"Siapa?" sembari merasa shock. Saya selalu shock setiap kali mendengar usia-usia belia sebaya anak-anak harus mendapat musibah hingga tercabut nyawanya.

"Eza. Ketua Pramuka."
"Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Kenapa?"
"Kecelakaan."
Deg lagi ... pasti motor ... *duh, Allah ... Engkau memang Mahapemilik, Mahakuasa, dan Mahaberkehendak"
"Kok, bisa?"

Dan meluncurlah kronologis yang membuat hati rasa teriris, saya jadi ikut merasakan luka hati orangtua anak laki-laki itu.