Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook Kunci Kebebasanku Berkomputasi

Tak pernah terpikir sebelumnya, bahwa dalam skenario hidup ini, aku akan diberi peran sebagai Penulis. Otomatis, sebagian besar hari-hariku dihabiskan dengan mengetik, mengirim, dan merevisi naskah. Terkadang, serangan jenuh tak bisa dielakkan dan aku butuh “udara segar”untuk mengenyahkan masalah itu . Selain me-refresh otak, bepergian juga bermanfaat untuk menstimulan kemunculan ide-ide baru yang lebih segar.

Nah, pada saat bepergian itu, aku tetap membutuhkan perangkat yang bisa menghubungkan aku dengan pekerjaan sekaligus hiburan.  Aku harus  tetap terhubung dengan pekerjaan melalui email, karena order datangnya kadang tak terduga. 

Untuk hiburan, aku butuh terhubung dengan media-media sosial online. Belive it or not, dari obrolan iseng pun, aku bisa menangkap ide baru dan kadang-kadang dari diskusi ringan saja bisa mendatangkan job menulis yang asyik. Ini fakta, lho…

Namun kendalanya, aku capek membawa notebook kemana-mana, walau beratnya kurang dari berat laptop, dan bisa dimasukkan ke dalam tas bahu, tetap saja bikin nggak nyaman di bahu karena menyebabkan pegal. Belum lagi aksesoris pelengkap yang harus dibawa serta, seperti charger, mouse, modem… buat jaga-jaga *sigh*