Featured Slider

INGIN NYAMAN DAN AMAN NAIK BUS, IKUTI TIP DAN TRIK BERIKUT INI


Menempuh perjalanan dengan bus, terlebih untuk perjalanan antar kota antar provinsi bukan hal yang mudah. Terlebih bagi para solo traveler yang baru sekali bepergian ke kota yang sama sekali asing, perjalanan ini tentu terasa seperti sebuah tantangan yang cukup membuat jantung berdebar.

UMKM "TERCERAHKAN" ALFAMART GELAR PELATIHAN MANAJEMEN RITEL



Puluhan pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pengelola Alfamart dan Alfamidi) di Stock Point SSP Alfamart Cabang Serang, Ciriu, Kota Cilegon, Selasa 24 April 2018.

Branch Manager Alfamart Serang, Ikwan Ngabdi Raharjo menyampaikan, pelatihan yang melibatkan pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.  Sambungnya lagi, tujuan dari pelatihan ini mengajak para UMKM untuk memahami manajemen ritel modern.  Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan.  Keduanya harus bersinergi.

BIASAKAN MENGHARGAI PENCAPAIAN ANAK SEKECIL APAPUN AGAR ANAK TUMBUH DENGAN BAHAGIA



Seorang perempuan, setelah memiliki anak bakal disebut sebagai Ibu, apa pun statusnya: "hanya" ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja. Bedanya adalah keberhasilan di antara keduanya dalam membangun premium bonding moment atau momen kebersamaan dengan anak-anaknya.  Jadi, mari sudahi saja war full time mother vs working mom itu, mendingan fokuskan perhatian ke anak aja. Setuju?

Mengapa momen kebersamaan dengan anak itu penting, Mom? Karena momen kebersamaan yang sukses antara ibu dan anak, berdampak pada pertumbuhan si anak itu sendiri.  Bisa dibilang momen kebersamaan itu fase untuk membangun pondasi psikologis anak. Anak akan tumbuh lebih bahagia dan memiliki karakter yang positif. Dan urusan membangun momen kebersamaan dengan anak itu bukan monopoli ibu rumah tangga saja, lho, semua ibu yang bekerja pun bisa melakukan hal yang sama, jika ada willing-nya tentu saja ^_^ nggak kehalang sama alasan sibuk dengan pekerjaan atau kecapean setelah pulang kerja.

DUKUNG SI KECIL MENJADI ANAK GENERASI MAJU, CARANYA?


Adakah orang tua yang mengharapkan masa depan yang suram untuk anaknya? Pasti nggak ada.  Saya yakin setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya sukses di masa depan.  Yang pasrah barangkali ada, tetapi Moms, di jaman penuh persaingan ini sikap pasrah itu justru menjerumuskan anak.  Orang tua harus siap berjuang dan berkorban jika ingin anak-anaknya menjadi bagian dari #GenerasiMaju di masa depan.

Yang terpenting, sebagai orang tua harus paham dulu ciri-ciri anak generasi maju itu seperti apa.  Menurut Mbak Nina, panggilan akrab Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Sc seorang Psikolog Anak, seorang anak calon generasi maju itu yang memiliki tumbuh kembang optimal dari berbagai aspek, yaitu aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa dan sosial. Ditambahkannya lagi, mudah saja mengenali anak yang tumbuh kembangnya optimal dari ciri-ciri sebagai berikut:

KAIN-KAIN CANTIK DARI KAKI PEGUNUNGAN KENDENG



Jika kamu mengunjungi pameran kerajinan lokal, produk apa yang paling menarik perhatianmu?  Kalau saya kain-kain khas Nusantara, terutama kain tenun.  Bisa jadi saya ketularan Mamih.  Sejak kecil saya terbiasa dengan pemandangan tumpukan kain batik di lemari Mamih.  Kain batik tulis yang sebagian besar adalah batik tulis khas Jawa Barat.  Hmmm... rasanya saya masih ingat aroma khas yang menguar dari tumpukan kain batik itu.  Mamih mengikuti kebiasaan turun-temurun dari ibu dan nenek-neneknya, yes, perempuan Sunda jaman dulu punya kebiasaan menyelipkan bunga melati, mawar, tanjung atau kenanga di balik tumpukan kain-kain mereka.  Pengharum alami.

ME TIME: JURUS AMPUH MENJAGA KESEHATAN MENTAL



Tanpa perlu membandingkan dengan "kekuatan" perempuan-perempuan terdulu, saya, sebagai perempuan dan ibu jaman now, merasa wajar jika ada perempuan-perempuan yang berkata kalau mereka butuh space untuk dirinya sendiri.  Istilah populer untuk aktivitas itu disebut me-time.  

Bahkan saya sering menemukan status-status di media sosial, yang menulis kalau mereka butuh me-time demi menjaga kewarasan.  KEWARASAN.  Luar biasa kan dampaknya. Salah kalau ada yang bilang urusan rumah tangga - anak - suami - plus pekerjaan kantor (kalau perempuan bekerja) itu nggak ada hubungannya dengan kesehatan mental.