3 HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH TONTONAN UNTUK ANAK



Ngaku deh, saya ini maniak segala jenis tontonan.  Selain buku, televisi dan bioskop adalah alat hiburan utama di keluarga saya dulu.  Jadi nggak heran kalau sampai sekarang saya masih maniak nonton dan nurun ke anak-anak juga.

Tapi belakangan rada jiper juga tiap kali baca kasus kejahatan yang pelakunya anak-anak.  Kejahatannya nggak nanggung-nanggung pula, dari kekerasan sampai kejahatan seksual *duh ngeriiii*.  Psikolog bilang sih perilaku negatif seperti itu, bisa juga dampak dari tontonan yang nggak difilter.  Nah!

What should I do?  Meniadakan televisi dan segala jenis tontonan lainnya, semacam nonton online di situs-situs film atau Youtube?  Nggak ah.

"Televisi bukan hanya menjadi alat hiburan bagi anak-anak, tetapi juga merupakan alat sosialisasi yang penting."

Kalimat tersebut dikutip Ajeng Raviandi, seorang Psikolog, dari buku Elizabeth Hurlock yang dilansir oleh mncplay.id.  Menurut Ajeng, selaras dengan tumbuh kembang anak yang membutuhkan stimulasi positif, tayangan televisi yang berkualitas bisa menjadi salah satu cara mendidik anak karena memberikan informasi yang dibutuhkan.

Tayangan yang berkualitas untuk anak yang seperti apa?

Karena anak secara psikologis belum bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, maka wajib hukumnya bagi orangtua memilihkan tayangan yang layak dikonsumsi oleh anak, agar sesuai dengan usia anak dan tahap perkembangannya.

Dan yang penting sekali untuk diperhatikan, tayangan yang baik untuk anak adalah yang tidak mengandung konten seperti di bawah ini:


  • Kekerasan
  • Pornografi
  • Vulgarisme

Anak-anak, terutama usia batita atau prasekolah masih sering berimajinasi sehingga mudah terpicu rasa takut, maka hindari tayangan yang menimbulkan rasa takut.  Adakah Mom yang nekat membawa anaknya nonton Anabelle? terus tiap dikasih boneka sama Om dan Tantenya, jejeritan karena trauma liat senyum Anabelle... hiii... *bergidik sayah jadinyah*.

Mereka juga mudah meniru dari apa yang mereka dengar dan lihat.  Jadi ya, Mom, walau film kartun sekalipun tetep perlu disaring, pertimbangkan apakah bahasanya pantas didengar anak, cara bicaranya cukup sopan atau malah kasar, adegannya berbahaya atau tidak.  Hal-hal tersebut ditegaskan oleh Ajeng.

Iya betul, Mom, jangan beranggapan kalau film kartun itu memang untuk anak-anak dan udah pasti tayangannya aman.  Laitu Bart Simpson dan Betty Boop... gak deh, saya mah nggak mengizinkan Keyaan nonton film kartun yang seperti itu.

"Peran orangtua dalam memilih tayangan yang berkualitas sangat signifikan. Sebagai orangtua yang baik, tentunya Anda tidak menginginkan anak menonton tayangan televisi yang tidak sesuai dengan umur ataupun berdampak negatif pada anak Anda bukan? Mendampingi saat anak menonton tayangan televisi merupakan cara manjur untuk mengetahui tayangan apa yang disukai anak sekaligus bisa menjadi ajang untuk makin mendekatkan hubungan antara orangtua dengan anak, misalnya dengan mengetahui tayangan favorit anak maka komunikasi juga menjadi lebih akrab. Selain itu dengan menyaksikan televisi bersama anak maka orangtua juga dapat secara langsung memberi masukan mana tayangan televisi yang baik ditonton dan mana yang tidak baik beserta alasannya sehingga anak paham." jelas Ajeng Raviandi.
Pesan Ajeng itu sudah saya terapkan pada Keyaan.  Memilihkan tayangan juga ada triknya.  Saya nggak pakai sistem diktator:  "Kamu nontonnya yang ini, ini, ini, ini dan ini aja ya, Dek."

Wah kalau saya bilang gitu ke Keyaan, bisa-bisa dia protes.  Gimana dong caranya?  Ya, saya pura-pura nonton dulu.  Berkorban dulu deh nggak nonton drakor.  Caranya gini, pas dia lagi main *emang biasanya di depan televisi sih* terus saya nonton tayangan yang mau "disuguhkan" ke Keyaan.  Nggak bilang apa-apa.  Nanti Keyaan tuh bakal curi-curi pandang ke televisi sambil nanya, "Mama nonton apa, sih."  Kalau umpan udah nyangkut kan tinggal angkat kail aja.  Baru deh, ngasih penjelasan dan ajakan nonton bareng.

Tayangan seperti apa yang cocok untuk anak?

Saran saya sih, berikan pada anak tayangan-tayangan dengan pendekatan edutainment.  Jadi anak terbiasa mempelajari sesuatu atau diarahkan untuk tertarik pada hal-hal.  Kata para ahli pendidikan sih, dari situ bisa timbul minat belajar yang tinggi pada anak.  Iya juga ya, tayangan model edutainment kan 2 in 1, hiburannya dapet, belajar juga dapet.  Asyik kan.

ZooMoo TV

Kalau dibacakan buku cerita,  Keyaan lebih tertarik pada cerita-cerita binatang atau fabel.  Memang alamiahnya begitu ya, kalau nggak ada trauma, nggak ada anak kecil yang nggak suka binatang.  Makanya anak-anak jangan ditakut-takutin sama binatang bisa jadi fobia sampai dewasa *bercermin--> ngaku, saya takut kucing*.

Di televisi kok sepertinya jarang ya tayangan yang model fabel gitu.  Maksudnya yang murni pemerannya atau karakternya adalah binatang.  Eh, dasar rejeki, lewat Youtube saya lihat satu film anak-anak (bukan kartun), yang karakternya binatang.  Saya kasih lihat ke Keyaan dan dia suka.  Karakter-karakternya berwujud boneka seperti serial Sesame Street.

Ternyata film yang saya tonton itu ada di akun ZooMoo, langsung aja saya subscribe. karakter-karakternya lucu-lucu pas banget untuk anak-anak, serialnya juga seru-seru.  Tapi ada juga kok film kartunnya, dan menurut pendapat saya berdasarkan pengalaman menulis buku cerita anak, ilustrasi di ZooMoo ini memang pas sekali untuk anak-anak.  Bentuk-bentuk karakternya, pewarnaannya, semuanya ramah mata untuk anak-anak.





: The ZooMoo Philosophy :

ZooMoo adalah jaringan televisi untuk anak usia 3 - 7 tahun.  Misinya adalah membuat tayangan-tayangan yang aman dan menyenangkan, dengan tujuan menstimulasi (positif) pada tubuh dan pikiran anak-anak.

Wah, misi yang mulia sekali.  Salut.  Tolong kepada yang memiliki modal buat juga jaringan khusus untuk anak-anak seperti ini yang khas Indonesia.  Saya bersedia kok disuruh nulis kontennya *hehe... modus*.  Tapi memang kok ZooMoo ini bisa jadi alternatif tayangan edutainment untuk anak-anak.  Ah, bahasa Inggris pengantarnya.  Justru bagus, jadi anak-anak terpapar bahasa asing selain bahasa ibunya sejak usia dini.  Mereka itu quick learner lho, pembelajar otodidak yang jempolan *hehe*.  Kejadian kok sama Keyaan.  Karena banyak nonton tayangan tanpa subtittle *lah terjemahan juga kan belum bisa baca cepet*, tahu-tahu dia sepik English, "Ma, I want (to) drink milk."  Ya walau masih dengan grammar yang belum tepat, lumayan kan.  Sekarang, di sekolah dia antusias banget belajar bahasa Inggris, sampai ekskulnya juga minta English aja.  Di rumah sekali-sekali saya ajak berdialog dengan bahasa Inggris juga.

Kira-kira seperti itulah gambaran dampak positif dari tayangan anak yang berkualitas.  Jadi Mom, nggak perlu juga banned televisi di rumah, yang penting kan ada rules yang kita terapkan dan dipatuhi oleh anak.  Kasihan kan, Mom, nanti televisi protes, "Salah apa saya kok ditiadakan.  Tayangannya aja kali yang dibenerin dulu."

Dan dalam rangka mewujudkan misinya, tahun baru ini ZooMoo menambah tayangan-tayangan baru yang seru banget lho, siapa aja kah karakter baru yang akan muncul di ZooMoo Asia?

PREMIER BULAN JANUARI

Junior's Space Race

Junior dan Piglet berpetualang menuju bintang.  Junior ingin membawa boneka teddy bear-nya ke luar angkasa, supaya dia bisa melihat konstelasi beruang dari dekat.  Kok konstelasi beruang sih, bukannya konstelasi bintang ya?  Hehe... di sinilah uniknya serial di ZooMoo.  Nah, berhasilkan Piglet memodifikasi mesin petualangnya, sehingga bisa melalui perjalanan berbahaya menuju luar angkasa?  Penasaran ya, Mom, apalagi anak-anak.  Serial ini mulai tayang tanggal 6 Januari setiap hari jam 10:00 WIB (JKT/BKK).



TEDDIES

ZooMoo kedatangan teman baru, Dom, Meeks, Tizzy dan Sparky.   Mereka adalah anak-anak beruang yang tinggal dan bermain bersama di Teddy Town.  Seperti anak-anak pada umumnya, anak-anak beruang ini belajar seperti apa tumbuh besar itu, berteman, berbuat baik kepada yang lain, tolong menolong, melakukan kesalahan juga, tetapi saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.  Walau kadang-kadang menghadapi kesulitan, tapi tak apa kan.  Anak-anak beruang ini saling menolong satu sama lain, karena itulah gunanya sahabat.

Mom dan putera/puterinya bisa menyaksikan serial Teddies ini mulai tanggal 20 Januari 2018, setiapp hari Sabtu jam 14:00 WIB (JKT/BKK).  Siaran ulangnya jam 05:00 - 09:00 - 17:00 WIB (JKT/BKK).



ZooMoo's TOP 5

Tayangan ini adalah acara petualangan yang seru sekaligus mendidik, di mana pembawa acaranya yaitu Coyete dan Lemur akan menghitung mundur fakta-fakta luar biasa dari hewan-hewan yang menakjubkan.  Misalnya, apa saja sih Top 5 binatang paling bau? Top 5 binatang yang memiliki bagian tubuh paling aneh, Top 5 binatang yang makanannya paling menjijikkan... *iyuuukh*, Top 5 binatang yang berlari paling cepat, dan sebagainya.  Yang seperti itu memang menarik buat anak-anak.

Ingat-ingat waktu tayangnya ya, setiap hari jam 08:45 WIB (JKT/BKK).  Dan siaran ulangnya setiap jam 12:45 WIB dan 16:45 WIB (JKT/BKK).



PREMIER BULAN FEBRUARI 2018

Leo the Wildlife Ranger

Leo dan asik perempuannya, Katie serta anjing kesayangan mereka, Hero, bakal mengajak putera/puteri Mom berpetualang keliling dunia, mengeksplor suatu tempat dan mempelajari fakta-fakta unk tentang hewan dan alamnya.

Di setiap episode, Leo dan Katie akan ditemani oleh Ranger Rocky.  Misi mereka adalah menolong hewan-hewan yang berbeda kembali ke habitatnya.  Mungkin hari ini mereka menemani seekor koala kembali ke rumahnya di Australia, minggu depan mengirim seekor panda pulang ke China, atau belut listrik ke Amerika Selatan.  Wih, tampak seru ya.  Saya aja penasaran pengen nonton, sekalian mengenalkan berbagai macam binatang dan daerah asalnya ke Keyaan.

Catat ah tanggal mainnya, Mom ikutan mencatat juga ya, tayang setiap hari Sabtu jam 12:15 (GMT+8) wah... harus hitung-hitungan nih jam tayangnya *hehe* pokoknya tunggu aja di bulan Feburari nanti ya.



Etapi, ngomong-ngomong, tayangan ZooMoo TV ini bisa dilihat di mana sih selain di Youtube Channel?  bagi yang berlangganan televisi berbayar, bisa dilihat di First Media kanal 372 (HD), MNC Play kanal 421.

ZooMoo juga sudah memiliki aplikasi digital yang bisa didownload melalui Apple Store atau Google Play Store.  Jangan lupa follow juga akun media sosialnya, supaya nggak ketinggalan info kalau ada tayangan-tayangan baru:

Facebook :  ZooMoo Asia
Instagram :  @zoomooasia
Twitter :  @ZooMooAsia

Cukup jelas kan, Mom?  Mari yuk mulai dari sekarang menyeleksi konsumsi tayangan untuk anak-anak kita.  Jangan hanya unsur hiburannya aja yang diperhatikan, tapi usahakan mencari tayangan yang ada unsur edukasinya juga.  Biar sekai dayung dua pulau terlampaui kan.   Anak happy, terlindungi dengan minat belajar yang tinggi.  Insya Allah...


Love,


2 komentar

  1. duluuu saya juga suka nonton, tapi skrg jadi males, udah faktor U mungkin hehehe... utk tontonan anak2, biasanya saya nyari film yg ssuai usia dari youtube

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaya... bisa jadi hihi... soalnya kelamaan nonton juga bikin capek sekarang mah kalo aku ☺ sama anakku juga suka nonton di youtube juga

      Hapus