CARI NOTEBOOK YANG COCOK BUAT ANAK KULIAHAN? ASUS X-555BP AJA!



"Mah, jangan lupa rapat  orang tua murid di sekolah Kiki."

"Mah, jangan lupa nanti hari Sabtu di sekolah Ama juga ada rapat orang tua murid."

Nah, lho, risiko punya anak kembar, rapat ortu sama pembagian raport bisa jadi ajang rebutan kalau harinya sama.  Untunglah rapat ortu murid kali ini berbeda hari, tapi ya tetep aja membuat lelah karena harus dua kali keluar rumah karena mereka beda sekolah *huk*.
Masalahnya sekarang si Kembar ini udah kelas 12, sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi, otomatis dari sekolah banyak informasi yang harus disampaikan supaya orang tua murid mengerti prosesnya dan diharapkan bisa mengawal putera-puterinya menghadapi ujian-ujian itu dengan sebaik-baiknya.  Begitu, di antaranya arahan dari Pak Kepsek.  Siap, Pak, insya Allah.

Selain perkiraan jadwal pelaksanaan ujian, sistem penilaian SBMPTN dan tentu saja biaya-biaya, ada masalah serius yang menjadi momok ujian nasional jaman now.  Kok serius? Memangnya kenapa?

Begini, sudah tahu kan kalau sekarang ujian nasional itu dari tingkat SMP/Mts sampai SMA/SMK/MA ujiannya sudah berbasis komputer, jadi nggak dilaksanakan secara tertulis lagi melainkan langsung menggunakan komputer.  Tujuannya, mungkin sebagai efisiensi biaya, mungkin juga untuk menghindari kasus kebocoran soal yang entah kenapa sulit sekali diberantas.

Masalahnya, rata-rata pihak sekolah belum bisa memenuhi kebutuhan 1 siswa 1 komputer.  Betul, rata-rata sekolah sudah memiliki laboratorium komputer.  Tetapi, jumlah komputer yang dimiliki sekolah tidak banyak, paling hanya cukup untuk dua kelas.  Bukankah selama ini kalau pelajaran praktik komputer juga selalu bergantian.  

Nah, dengan adanya masalah tersebut, solusinya bagaimana?  Pihak sekolah akan mengeluarkan dana khusus untuk menyewa komputer.  Tetapi, masalahnya lagi, dana operasional sekolah nggak bisa sepenuhnya dialokasikan untuk kebutuhan tersebut.  Dan komputer yang disewa itu akan diprioritaskan untuk siswa-siswa yang tidak mampu dan nggak punya laptop.  Sisanya bagaimana?  Pak Kepsek meminta keikhlasan dari orang tua murid yang memiliki laptop untuk meminjamkan laptopnya selama masa ujian berlangsung.

Saya sih bersedia aja jika dan hanya jika lagi nggak ada order nulis buku, sinopsis skenario, dan blogpost yang menjadi mata pencaharian saya selama ini.  Karena kalau laptop dipinjamkan ke sekolah anak, itu artinya laptop akan nginep selama kurang lebih seminggu sampai sepuluh hari terhitung dari masa persiapan.  Lumayan lama.  Pakai punya suami ya jelas lebih nggak mungkin lagi, laptop kan nyawanya orang IT, pakai punya si Kembar? 

Iya, mereka memang punya notebook lungsuran dari saya juga, tapi laptop atau notebook atau komputer yang akan dipakai UNBK harus memenuhi syarat spesifikasi yang ditetapkan oleh Kemendikbud, sedangkan notebook si Kembar itu adalah generasi jadul, walau masih berguna untuk belajar dan nonton drakor.

Ya sudahlah jika aku harus berkorban, silakan pakai laptop Mama, Dek.  Tapi... kan anak yang mau ujian ada dua, terus kudu piye? 

Maka, memang ujung-ujungnya harus beli satu lagi 😅. Lagipula selain UNBK, laptop itu bakal jadi nyawa kedua deh buat anak kuliahan a.k.a mahasiswa.  Why?  ya karena, dari kesaksian keponakan yang udah pada kuliah, tugas makalah dan presentasi itu tiada henti, seolah-olah dosen akan merana hidupnya kalau kurang ngasih tugas sama anak didiknya *hehe piss yaw manteman dosen*. 

Tergantung jurusannya juga kali. Betul. Tapi salah satu si Kembar akan memilih fakultas Hukum, jadi bayangan saya sih tugas makalah itu, ya sudah pasti bertubi-tubi. Belum lagi saya baca status seseorang di Facebook yang mengeluh harus standby sejak dini hari demi bisa mendaftar matkul di semester baru ini, soalnya kalau kuotanya keburu penuh dia harus ngulang.  Wah, kok repot ya sekarang, daftar matkul kayak lagi nunggu harbolnas atau flash sale smartphone idaman *hehe*.

Jadi dengan alasan-alasan tersebut,  fix bahwa sekarang dan nanti setelah masuk kuliah si Kembar butuh laptop baru.  Tapi laptop buat anak kuliahan itu yang gimana sih ya?  Saya coba googling dan nemu advise dari Mas Adhityaswara Nuswandana, seorang praktisi komunikasi, soal kriteria untuk memilih laptop yang pas buat mahasiswa, seperti dilansir beritagar.id berikut ini:

Desain 
Memiliki laptop dengan desain yang keren dan warna-warna yang dinamis akan membuat penggunanya lebih bersemangat dalam menunjang kegiatan kuliah. Apalagi kalau tipenya yang senang jadi pusat perhatian, bakalan happy kalau lagi pakai laptop di ruangan kuliah atau pas presentasi. 

Processor 
Pilih laptop dengan kinerja prosesor yang tinggi demi kelancaran multitasking. Performa prosesor yang tinggi meminimalisir hambatan ketika mengerjakan tugas yang banyak. 

Spesifikasi Sesuai Kebutuhan 
Sesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan yang menunjang kegiatan kuliah, yang harus diperhatikan kapasitas hard disk. 

Sistem Operasi Preinstalled 
Akan lebih baik jika membeli laptop dengan sistem operasi yang sudah terinstal (misal: Windows), jadi laptop langsung siap digunakan. 

Keaslian Sistem Operasi 
Pastikan sistem operasi preinstalled di laptop yang ingin dibeli asli supaya laptop tidak rentan dengan serangan virus dan malware. 

Dukungan Aplikasi 
Laptop denga dukungan aplikasi populer seperti Microsoft Office akan lebih memudahkan pengguna dalam membuat tugas. Microsoft Word dan Microsoft Power Point hari gini udah harga mati deh kayaknya. 

Perhatikan Budget 
Kalau budget ngepas, pinter-pinter milih laptop yang terjangkau tapi dengan spesifikasi atau fitur yang bisa mengcover kebutuhan. 

Layanan Purna Jual Yang Baik 
Pastikan laptop yang dibeli memiliki garansi yang terpercaya dan tempat service yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut bisa membuat laptop berumur panjang.

Fyuh, untung nemu petunjuk seperti di atas, jadi nggak blank banget dan terhindar dari malapetaka salah beli laptop.  Tips dari Mas Adhit itu saya diskusikan dengan si Kembar, walau jujur aja belum ada budget buat beli gadget baru, tapi biarlah cari dulu aja laptopnya yang sesuai dengan pilihan hati mereka.  Bismillah aja, minta sama Allah, insya Allah diijabah ya kan.

Beberapa hari kemudian mereka sudah ngasih tahu kalau mereka naksir sama laptop ASUS X-555BP, kenapa naksir yang itu? wah, Mamah harus cari tahu dulu nih.  Dan ternyata laptop ASUS dari X-series ini 90%  memenuhi kriteria yang dipaparkan Mas Adhit.  Ndak percaya? ini saya beberkan di sini ya. 



Iya ya dipikir-pikir bosan kan punya laptop warna hitam terus.  Walau kelihatan elegan, tapi buat anak kuliahan yang dinamis, cocoknya warna-warna cerah.  Pantesan mereka milih ASUS X-555BP karena pilihan warnanya ada yang kuning.  Saya memang sukses menularkan kuning menjadi warna favorit pada si Kembar.  Hihi... kita bertiga memang Miss Yello' fans.  Warna cerah kan eye catching banget, duh kebayang kerennya dipake nugas di perpus atau sambil ngopi di kafe.  Tapi ingat ya cari kafe yang murce merice, sesuai dengan kantong mahasiswa *mamak irit*.  

Layarnya yang besar cocok banget buat anak kuliah yang sering digempur tugas segambreng.  Mata jadi nggak cepat lelah, dibanding bekerja dengan notebook dengan layar kecil.  Beratnya juga cukuplah, cara bawanya bisa dimasukin ke tote bag yang lucu, terus ditenteng aja.  Dan ukuran notebook yang gede penting banget buat si Kembar yang pelupa. Kan kalau barang gede keliatan terpampang nyata, terlalu kalau masih lupa bawa.



ASUS X-555BP ini didukung prosesor dari AMD, yaitu AMD APU (Accelerator Processing Unit) Stoney Ridge A9-9429 yang merupakan generasi ketujuh.  Dengan prosesor ini, dijamin akan memudahkan pengguna dalam kegiatan multifungsi, yaitu bekerja dan bermain dalam satu perangkat.  ASUS X-series ini memiliki fitur 2-second instant resume, cara kerjanya sama dengan smartphone, dari sleep mode pengguna bisa langsung mengakses internet atau bekerja dengan dokumen dalam dua detik saja *lho kok asyik*.

Processor dengan kinerja cepat ini masih ditunjang oleh RAM 4 GB yang masih bisa diupgrade sampai 8GB dan penyimpan data internal dengan kapasitas 500 GB.  Cukuplah ya segitu sih, buat nyimpen file tugas, catatan matkul, lagu-lagu, video musik, serta drakor-drakor favorit mereka.  

Tapi, notebook ini OS-nya DOS, kalau pengen pakai Windows ya harus install.  Bukan masalah sih, Papa-nya kan orang IT, urusan install-menginstall OS dan aplikasi mah perkara mudah dan dijamin asli pula.  Jadi kelemahan ini bisa ditolerir dan diskip aja.



Untuk perkara interface ini, mengertilah bahwa anak kuliahan perlu multitasking. Transfer mentransfer file perlu kecepatan tingkat tinggi, belakangan jadi tahu kalau nyerahin tugas juga ada dosen yang minta dalam bentuk file pdf ditransfer pake USB ke laptopnya dia.  Bagusnya ASUS X-555BP ini punya dua slot USB 3.0 yang daya transfernya disinyalir 10x lebih cepat dari USB 2.0.  

Kemudian sebelum dipakai kuliah ASUS X-555BP ini cocok dan berfaedah digunakan sebagai sarana UNBK, karena memiliki slot LAN Jack untuk LAN insert.  Kalau UNBK nanti kan semua device harus terhubung ke server lewat jaringan atau LAN itu lah.  Pas banget.



Buat anak kuliahan, keyboard yang ergonomis itu penting banget.  Keyboard mesti enak dipakai ngebut ngetik nyalin mata kuliah yang lagi diterangin dosen dan ngetik bertubi-tubi tugas yang tak mengenal kata libur.  Keyboard ASUS X-555BP ini sudah chiclet key oriented dengan pengaturan jarak antar key yang ideal yaitu 1.6 mm dan dilengkapi teknologi Ice Cool dengan pengaturan suhu antara 28 - 35 derajat celcius, jadi walau dipakai ngetik semaleman notebook nggak akan panas dan masih nyaman digunakan.  

Touchpad ASUS X-series memanfaatkan teknologi layar sentuh smartphone dengan tingkat responsif yang tinggi dan akurasi yang lebih baik, juga diukung dua teknologi terkini yaitu multi-point touchpad dan smart gesture.  Jadi bisa pake banyak jurus nge-touchpad-nya.  Satu jari buat geser kiri atau kanan, dua jari untuk up and down nyekrol atas bawah kalau lagi lihat-lihat website, sama jari jempol dan telunjuk yang digerakkan menyempit atau melebar untuk zoom in dan zoom out.  Kebayang kan? 



Ini items yang nggak boleh dilupakan dan harus masuk list kebutuhan.  Baterai ASUS X-555BP terbuat dari jenis Li-Polimer yang lebih kuat 2.5 kali dibanding dari jenis Li-Ion.  Konon menurut info dari blogger-blogger tekno yang mereview notebook ini, baterai si dia bisa berahan 10 jam dalam pemakaian, dengan catatan dalam kondisi full charge ya awalnya.  Kalau cuma standby mode aja baterainya kuat hidup sampai dua minggu, wow.  Kan, notebook elegan, nggak perlu ribet bawa adaptor kemana-mana kalau cuma kegiatan sehari doang mah.

  

Walau dirundung tugas tiada akhir, anak kuliahan juga butuh hiburan kali, Mah.  Pasti gitu deh alesan terakhir mereka.  Dan memang, notebook ini paket lengkap, udah disebut kan di atas kalau pengguna bisa bekerja sekaligus bermain dengan satu perangkat aja.  Sebab?  karena kekuatan prosesornya jadi memungkinkan juga menampilkan video-video dan film-film dengan kualitas baik.  Dilengkapi grafis AMD Radeon  R5 yang memberikan tampilan visual yang cakep banget kalau dipakai ngedit-ngedit foto gitu dan tampilan grafis game juga lebih mencorong.

Selain tampilan visual, audio juga penting.  Anak-anak ABG kan masih demen nyanyi-nyanyi, nge-download lagu-lagu favorit mereka, jadi kualitas suara itu harus megang banget.  Nggak usah khawatir lah soal itu, thanks to ASUS X-series karena sudah didukung teknologi SonicMaster dan ASUS AudioWizard untuk pengaturan kualitas suara sesuai dengan mode yang diinginkan:  music, movies, recording, speech, gaming.  Dua teknologi itu dikombinasikan lagi dengan X Serie's omnidirectional audio sehingga musik terdengar sebagaimana seharusnya terdengar.  Hahay keren nih jargonnya, tapi setuju karena ada laptop/notebook yang audionya sember, dih bikin kesel kan.

CLAP! CLAP! CLAP!

Wow, setelah ngintip isi dan luarnya ASUS X-555BP idaman si Kembar, kok Mamah juga kepengen ah. Spesifikasinya cocok juga buat pekerja santai seperti saya: work hard - play harder 😁 yang butuh perangkat untuk kerja sekaligus hiburan tanpa ngedrop-ngedrop alias hang.  Harga bandrol dari ASUS-nya sih sekitar 4.3 juta, tapi kalau di pengecer sekitar 4 - 5 jutaan.  Baiklah itung-itung lagi yuk, dan ketatkan ikat pinggang *hek*.

Pengalaman menyenangkan kalau beli keluarga ASUS itu garansinya nggak nanggung-nanggung, 2 tahun! dengan layanan purna jual yang bikin hati tenteram.  Selain Call Center 1500 128 yang siap melayani setiap hari kerja dari jam 09:00 s/d 17:00 WIB dan hari Sabtu dari jam 09:00 s/d 12:00 WIB, juga tersedia ASUS Repair Center yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia, dan ASUS Authorized Partner yang jumlahnya ratusan dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Semoga aja rejekinya si Kembar deket nih, jadi bisa punya notebook idaman segera, insya Allah.  Bantu aminkan dong pembaca ^-^


Love,







Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com 

7 komentar

  1. iya ya mba, dengan adanya ujian menggunakan laptop, anak2 memang butuh laptop :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, semoga pemerintah juga mendukung dengan ngasih fasilitas yang lebih lengkap ke sekolah2 negeri terutama ya

      Hapus
  2. memang anak sekrng butuh laptop ya sejak sd

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya, jaman dulu mah anak sd dikasih mobil-mobilan atau boneka juga udah anteng

      Hapus
  3. Mantaps sekali tulisannya...
    Gambarnya juga keren...

    BalasHapus
  4. Terima kasih telah berpartisipasi dalam Blog Competition ASUS AMD - Laptop for Everyone. Good luck ya Mba Ina.

    BalasHapus