CARA MUDAH ISI ULANG PULSA DAN PAKET INTERNET SAAT TRAVELING DALAM 30 DETIK

by - 12/04/2017


Keluarga besar saya -- sebetulnya nggak besar-besar amat juga. Saya tiga bersaudara, ditambah pasangan masing-masing, plus anak-anak total 11 orang, satu menantu, dan ibu saya yang sudah berusia 77 tahun -- punya tradisi piknik bareng minimal satu kali dalam setahun. Sesekali seru-seruan bareng sambil ngasuh ibu plus cucu-cucunya itu aktivitas yang menyenangkan.

Mengingat ibu saya sudah sepuh dan kesehatannya nggak selalu stabil, sekarang pilihan tujuan wisatanya yang dekat-dekat saja dan masih di darat. Belakangan ini ibu saya selalu menolak kalau harus bepergian menggunakan pesawat. Dan tahun ini diputuskan tujuan wisata kami adalah Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sayang piknik kali ini anggotanya nggak lengkap.  Jumlah rombongan yang ikut 16 orang minus satu keponakan dan isterinya, suami, dan anak tertua saya.  Starting point kami dari Bintaro dan jarak yang ditempuh kurang lebih 170 KM, mengambil rute Jakarta - Bandung - Tasikmalaya - Ciamis - Banjar - Pangandaran.  Walau bukan waktu liburan sekolah dan berangkat di hari kerja (Jumat) yang namanya Jakarta di waktu pagi ya tetep macet, padahal kami berangkat pukul 05.30 WIB.  Berkutat di Jakarta sampai rest area di sekitar Bekasi aja menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam.

Di perjalanan juga beberapa kali kami berhenti untuk ishoma dan urusan buang hajat kecil.  Perjalanan yang diperkirakan hanya memakan waktu 8 jam, ternyata mulur sampai berjam-jam.  Kami sampai di lokasi pondok tempat kami menginap sudah lewat maghrib, artinya waktu setengah hari kami habiskan hanya di perjalanan saja.  Rencana makan malam di pinggir pantai pun batal, karena kami sudah capek dan mager. Makan malam pun dilakukan di pondok, hanya mengandalkan menu yang tersedia di warung milik suami-isteri penjaga pondok. Setelah makan kami istirahat, charging tenaga buat kegiatan esok harinya.


D-DAY: GREEN CANYON KAMI DATANG

Kami menginap di Pondok Cowet yang terletak di kawasan  pantai wisata Batu Karas.  Pagi-pagi sekali kami jalan-jalan dulu ke pantai Batu Karas, ceritanya mau lihat sunrise.  Tapi saat itu cuaca kurang mendukung.  Mendung membuat matahari terbit malu-malu di balik awan. 

Setelah puas menikmati pantai, kami bergegas balik ke pondok, mau sarapan dan siap-siap berangkat ke kawasan Green Canyon.  Kami sudah janjian dengan operator body rafting yang akan mendampingi kami nanti dan jadwal kegiatan kami akan dimulai jam 08.00 WIB.  Untunglah ketika sedang dalam perjalanan menuju ke Green Canyon cuaca mulai cerah.  Kami yang tadinya cemas karena takut turun hujan, jadi bersemangat lagi.

Di mobil saya mulai gatal mengakses medsos, maksud hati mau posting foto sunrise tadi ke Instagram, tapi koook... loadingnya lama banget. Cek sinyal sih oke. Hati mulai curiga nih, begitu cek kuota paket data... eng ing eng... kurang dari dua ratus mega byte saja. Ugh. Bete langsung melanda jiwa.  Rasa sesal dan marah pada diri sendiri karena nggak cek kuota sebelum berangkat bikin bete jadi berlipat-lipat.

Ketergantungan saya sama internet sudah tingkat akut, sebagai pelaku medsos yang terbiasa update setiap saat, begitu nggak punya kuota rasanya bagai dikurung di sel sempit. Pantes aja ada joke yang bilang, "Perempuan bisa jadi galak kalau lagi PMS dan kehabisan paket data".  Bener banget...😂

Tengok kiri kanan, nggak ada tanda-tanda toko atau warung yang jual pulsa.  Sebelah kiri tampak jejeran rumah penduduk, ada sih warung tapi warung kecil yang menjual jajanan anak-anak gitu. Nggak ada tanda-tanda keberadaan Indomaret atau Alfamart apalagi ATM.  Sebelah kanan lebih parah lagi, hanya ada aliran sungai berwarna hijau terang... wow... sempat terhibur sih lihat warna sungai yang menakjubkan itu, dan langsung menghayal andai ada warung pulsa terapung di sana. Kalau ada juga pasti itu halusinasi akibat frustasi parah gara-gara minim kuota.  Kakak kedua menghibur, katanya  nanti di Green Canyon pasti ada yang jual pulsa.  Iya juga ya.  

Tetapi apa yang terjadi nggak seindah harapan.  Setelah berkelana dari warung ke warung, akhirnya berhasil menemukan penjual pulsa. Tapi bukan yang jual pulsa resmian, melainkan ibu-ibu warung nasi rames yang nyambi jualan pulsa. Dan beliau nggak menyediakan pulsa dengan nilai besar, cuma ada  yang sepuluh ribuan dengan harga jual 13K. Oh no... kalau saya ngisi pulsa 100K, berarti harus sepuluh kali isi dan lebihnya aja udah 30K sendiri. Wew. Nggak deh ah, saya batal ngisi pulsa, bukan karena sayang ngebelanjain uang 130K tapi kadung kesel ngebayangin lamanya nunggu pulsa terisi.

Lagi naik-naiknya spaneng gara-gara pulsa, tiba-tiba salah satu keponakan nyeletuk, "Kenapa nggak beli di Traveloka aja sih, nih ada aplikasinya." Ya ampuuun, Neng... daritadi kemana aja... alih-alih marah, saya malah jadi pengen ketawa.  Rupanya dia belum ngeh masalah yang sedang saya hadapi.  Dia memang baru datang subuh karena nggak berangkat bareng rombongan, dan selama perjalanan ke Green Canyon dia tidur jadi nggak tahu penderitaan saya gara-gara miskin kuota.

Dari situ saya baru tahu kalau ada fitur Pulsa & Paket Internet di menu aplikasi Traveloka. Selama ini prasangka saya kalau aplikasi perjalanan itu, fiturnya hanya urusan tiket sama hotel aja.  Saya malah nggak paham kenapa ada aplikasi perjalanan yang jualan pulsa juga.  Tapi waktu itu saya nggak sempet mikir lebih jauh, karena terlanjur happy kuota kembali gemuk.

Tahu nggak kalau beli pulsa di aplikasi itu ternyata cuma butuh delapan langkah sederhana aja dan waktu yang dibutuhkan cukup 30 detik aja.  Gimana caranya? di bawah ini saya kasih tahu step-stepnya, tapi jangan lupa instal dulu dong aplikasinya.





Setelah transaki selesai tinggal bayar deh.  Saya pilih cara pembayaran transfer, jadi bisa transfer via M-banking. Oiya, nanti mereka juga akan kirim invoicenya via email.  Setelah mendapat bukti transfer, saya upload buktinya itu dan nggak lama kemudian ada notifikasi kalau pulsa sudah terkirim.  Selesai. Total waktu yang dibutuhkan keseluruhan ya kurang lebih satu menit aja.

Keuntungan selain cara akses yang gampang dan cepat, harga pulsa di aplikasi ini paling murah  dan masih dapet diskon lagi. Buktinya saya beli pulsa 100K bayarnya cuma 97K lebih dikit.  Lumayan kan.

BODY RAFTING di GREEN CANYON

Tadinya, body rafting itu mengarungi sungai dengan menggunakan ban karet seperti di Gua Pindul, Yogya.  Dan ternyata perkiraan saya salah.  Jadi body rafting itu ya mengarungi sungai pake body aja, alias  pure badan kita nggak ada alat bantu yang lain, kecuali pelampung.  Oh wow, saya ini kan fobia air, berenang di kolam renang aja nggak berani.  Pernah sekali ikut arung jeram di arus sedang aja shocknya dua hari nggak ilang-ilang.  Sekarang disuruh body rafting di sungai dengan kedalaman lebih dari 4 meter.  Mau nangis deh rasanya dan sempet niat pulang lagi ke base camp, tapi gimana caranya? mobil yang nganter pasti udah berangkat pulang.  Jalan kaki? tidaaak...

Tapi setelah diyakinkan oleh operator pendamping dan jaminan bahwa body rafting ini nggak seperti arung jeram, maka nyali saya pun membesar. Anggota rombongan yang ikut body rafting ada 13 orang dengan jumlah operator pendamping 6 orang. Aturannya memang satu orang operator akan mendampingi dua orang peserta, tapi karena sebagian besar rombongan kami bisa berenang jadi pengawasan nggak terlalu ketat, satu orang khusus dibooking untuk mendampingi bocah umur 8 tahun yang keukeuh ikut rafting.  Satu orang yang paling tangguh mendampingi dua ibu-ibu nekat yang penasaran sama body rafting, sisanya mendampingi anggota rombongan yang lain.  Lets go!


Akhirnya, saya pun pasrah melayang-layang di permukaan air sungai yang tenang sepanjang 10 km selama 2-3 jam ke depan.  Dan saya pasti akan menyesal seumur hidup kalau sampai nggak jadi ikutan body rafting ini.  Soalnya pengalaman body rafting di Green Canyon luar biasaaa... alamnya juga indah banget, sampai melow deh rasanya.  Para operatornya juga bilang, kami termasuk beruntung karena pas kebagian cuaca cerah dan warna air sungai lagi bagus-bagusnya, nggak keruh. Wow, hamparan hijau emerald itu begitu menyihir. 




Setelah meihat foto-foto di atas terbayang kan bagaimana keadaan di Green Canyon.  Jadi paham juga dong  kenapa saya pengen buru-buru mengabarkan pada dunia, betapa kerennya alam di sekitar Green Canyon ini lewat media sosial. Pasti bakal geregetan deh kalau sampai nggak bisa upload saat itu juga, abis sayang banget kan kalau menunda posting, takut nggak dapet lagi feelnya.

Kemudian saya pun jadi mengerti dan setuju, jika aplikasi perjalanan dilengkapi dengan fitur pembelian pulsa/paket data internet, karena traveling tanpa kuota itu perih banget.  Traveler dan paket data itu haram hukumnya kalau sampai musuhan. Saya rasa kepentingannya bukan hanya urusan posting-memposting di media sosial aja sih, tapi kalau sewaktu-waktu butuh mengubah jadwal perjalanan, butuh tiket atau booking hotel dadakan yang bisa dilakukan dengan cepat secara online, gimana jadinya kalau paket data habis.  Apalagi saat berada di lokasi yang jauh dari peradaban, kacau kan.

Selang beberapa bulan kemudian, saya mendapat tugas liputan program CSR sebuah pabrik semen ternama di daerah Citeureup, Bogor.  Di atas bus yang tengah melaju menuju lokasi, saya baru sadar kalau kuota tipis banget.  Padahal tugas liputan blogger kan banyak dan berkaitan dengan media sosial.  Lihat ke luar jendela,  kok ya masih di tengah arus jalan tol yang lumayan padat, gerimis pula.  mengharapkan ada pedagang asongan jualan pulsa? parah deh 😂

Tapi saya nggak bingung dan bete lagi, malah bisa tersenyum menghadapi kondisi deja vu itu, karena di ponsel saya sudah siaga aplikasi dengan fitur andalan Pulsa & Paket Internet.  Saya nggak perlu khawatir lagi, dengan aplikasi perjalanan andalan, saya #JadiBisa beli pulsa di mana saja, kapan saja, dalam kondisi apa pun.


Love,


You May Also Like

8 komentar

  1. akupun mikirnya traveloka cuman buat reservasi tiket pesawat n hotel taunya ada yah mba buat isi pulsa *meni kudet urang cimahi teh* wkwkwk..
    atuh kapan the ladies kembali ngebolang?ajakin aku yo mba :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, sebelumnya emang gak instal app jadi sama saya pun kudet :D hayuk jalan2 tuh Ummi Alida lagi planning2 mau ke Singapur sama blogger depok

      Delete
  2. kondisi darurat pulsa...solusinya traveloka yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. one stop shopping keperluan traveler :D

      Delete
  3. Aku selalu pake traveloka utk beli tiket dan hotel, kalo pulsa belum pernah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat jaga-jaga sih lumayan, khususnya buat orang macam aku yang suka nggak prepare

      Delete