FWD LIFE UMUMKAN PEMENANG HACKATHON 2017

by - 9/26/2017


Ini kedua kalinya saya diundang ke event teknologi yang berkaitan dengan pengembangan software atau aplikasi digital. Yang pertama, sekitar dua tahun yang lalu, ikutan jadi peserta pelatihan develop aplikasi berbasis Windows *kaget kan? iya saya emak-emak tekno* dan nggak main-main waktu itu tim saya meraih juara pertama kategori aplikasi terbaik.  Yang kedua, tiga hari yang lalu, saya diundang untuk mengawal ajang keren yang diselenggarakan oleh FWD Life, yaitu FWD HACKATHON 2017.

FWD HACKATHON 2017

FWD HACKATHON 2017 ini adalah ajang kompetisi inovasi teknologi yang diselenggarakan oleh FWD Life dengan menggandeng Founder Institute sebagai partner penyelenggara.  Pendaftarannya dibuka sejak bulan Agustus sampai dengan September 2017.  FWD Life merupakan perusahaan asuransi pertama yang menyelenggarakan kompetisi inovasi teknologi, dan berhasil menjaring 286 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta  yang mayoritas berasal dari generasi muda ini  (bahkan yang termuda masih berusia 13 tahun) adalah computer programmers dan digital passionate yang hadir dengan berbagai ide inovasi teknologi digital.

Bapak Rudi Kamdani, Wakil Presiden Direktur FWD Life menjelaskan bahwa FWD HACKATHON 2017 ini merupakan langkah strategis FWD Life untuk merangkul semakin banyak generasi muda, agar berpartisipasi mengeksplorasi kreativitas dalam menghasilkan inovasi di dunia asuransi berbasis digital.

credit : @FWDLife_ID

PROSES PENJURIAN

Setelah melalui tahap seleksi awal, dari 286 peserta/ide tersaring menjadi 40 ide terpilih. Kemudian FWD Life dan Fouder Institut menetapkan 12 ide inovasi teknologi terbaik yang akan dikembangkan selama 3 hari, yang berlangsung dari tanggal 22 - 24 September 2017, yang berlokasi di Kejora HQ, Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Jumlah seluruh peserta yang terlibat sebanyak 108 orang yang terbagi menjadi 12 tim, yaitu:  Amfora, Tiny Giant, Karin, Bima Sakti, Papua, Wakwaw, Life, Stellearn, Instandard, EVA, NFCash, Life90

Pada hari Sabtu, 23 September 2017 rangkaian acara puncak FWD HACKATHON 2017 pun dimulai sejak pagi, pukul 08.00 WIB.  Setelah registrasi ulang, seluruh peserta mengikuti semacam workshop gitu deh sampai jam makan siang.  Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan pemilihan mentor. Masing-masing tim bebas memilih mentor dengan latar belakang atau keahlian yang kira-kiranya sesuai dengan kebutuhan pengembangan aplikasi mereka.

Suasana mentoring
credit : @FWDLife_ID
Mentornya no joke, udah pasti orang-orang yang kompeten sekelas empu deh di dunia perdigitalan ini, sebut saja Dickie Widjaja dari Investree, M. Ajisatria Suleiman dari Fintech Indonesia, Andreas Surya dari Kejora Ventures, Destya Pradityo dari DOKU, Tommy Djenie dari FWD Life Indonesia, dll. Setiap tim diberi kesempatan untuk mendapatkan pengarahan dari mentor yang dipilihnya. Satu tim bisa berdiskusi dengan dua atau tiga mentor sekaligus, tergantung kebutuhannya.

Kegiatan mentoring ini dijadwalkan sampai waktu makan malam.  Setelah makan malam, setiap tim harus melaporkan kemajuan kerjanya.  Setelah itu acara ditutup.  Tapi kenyataannya,  mereka tetap bekerja karena besoknya mereka harus mempresentasikan aplikasi yang dibuat di depan dewan juri, dalam proses penjurian tahap akhir, alias penentuan pemenangnya.


ACARA PUNCAK FWD HACKATHON 2017

Hari Minggu, tanggal 24 September 2017 saya kembali ke venue ajang FWD HACKATHON 2017, bersama tim Blogger saya memasuki ruangan. Ternyata saat itu sedang berlangsung presentasi oleh perwakilan masing-masing tim.  Mereka diberi waktu kurang lebih 90  detik untuk menjelaskan aplikasi mereka, fungsinya, dan manfaat apa yang didapat oleh usernya kelak.  

Sebagai orang yang awam dan nyaris gaptek ini, ketika mendengarkan pemaparan dari masing-masing tim itu, kok tertarik dan merasakan banget faedah aplikasi itu jika kelak diterapkan. Kagum pada generasi muda cabang tekno ini, pinter-pinter banget dan pinter yang nggak bikin bingung orang "kurang pinter" semacam saya.  Salut karena intimidasi dari dewan juri sama sekali nggak ngasih pengaruh, dan mereka bisa beragumen tanpa gentar.  

Aplikasi yang mereka tampilkan beragam.  Namun demikian semuanya berkaitan erat dengan masalah asuransi dan kesehatan.  Walau ada beberapa ada yang agak kurang kena dengan tema, tapi sepertinya aplikasi mereka bisa diterapkan sebagai supporting sistemnya *lah bicara apa sih saya*. Ah, pokoknya keren-keren lah.

Setelah presentasi selesai, dewan juri diberi waktu untuk berembuk menentukan pemenang kompetisi ini.  Panggung diisi bincang-bincang bersama Bpk.  Rudi Kamdani, Wakil Presiden Direktur FWD Life dan Pak Andi Zain, Direktur Founder Institute Jakarta.

Suasana di ruang kerja peserta FWD HACKATON 2017
credit : @FWDLife_ID
Pak Rudi menyampaikan, sebagai wakil dari FWD Life, beliau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi FWD HACKATHON 2017.  Ajang tersebut merupakan bukti kekuatan kreativitas para generasi muda untuk melahirkan karya-karya teknologi yang inovatif dan memiliki dampak ekonomi, khususnya untuk membantu peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia.

Sedangkan Pak Andy menyampaikan, karya teknologi yang dilahirkan membuktikan ajang ini merupakan ajang yang tepat dalam mengembangkan inovasi dan terobosan baru di bidang teknologi khususnya di industri asuransi. Melalui program akselerator Founder Institute, inovasi pemenang akan dikembangkan menjadi suatu sistem navigasi yang memiliki manfaat real bagi proses asuransi yang inovatif bagi FWD Life.

DAN PEMENANGNYA ADALAH...

Selamat untuk TIM PAPUA, yang dipilih dewan juri sebagai pemenang, aplikasi terbaik dari 12 aplikasi yang dikompetisikan.  Tim Papua yang terdiri dari lima orang ini berhasil menciptakan sistem teknologi navigasi untuk menemukan rumah sakit dan agen asuransi terdekat dengan menggunakan augmented reality.  Aplikasi mereka diberi nama FWD Mobile.

Dengan demikian Tim Papua, berhak mendapatkan hadiah utama berupa ung tunai sebesar 100.000.000 rupiah; kesempatan belajar mengembangkan bisnis ke Sillicon Valley *wow banget* dan beasiswa program akselerator dari Founder Institute Jakarta. 

credit : @FWDLife_ID
Saya yang menyaksikan  prosesi pengumuman pemenang ini kok ikut terharu ya, sebab sehari sebelumnya kita dari tim Blogger sempat mewawancarai M. Tohir, leader Tim Papua ini.  Padahal waktu itu peserta yang akan diwawancara dipilih secara random oleh panitia.  Ternyata wawancara kami membawa berkah... *halah* 

Selain Tim Papua sebegai pemenang utama, dewan juri juga memilih dua tim sebagai pemenang harapan, yaitu TIM EVA dan TIM LIFE.  Pemenang harapan ini masing-masing mendapat hadiah uang tunai sebesar 10.000.000 rupiah.


credit : @FWDLife_ID

Di penghujung acara Pak Rudi Kamdani menambahkan, "Ide yang lahir dari kreativitas keseluruhan peserta FWD HACKATHON 2017 sangat beragam, mulai dari ide inovasi transformasi bisnis asuransi pada aspek underwriting, manajemen risiko, sampai dengan klaim sehingga memungkinkan untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman."

FWD HACKATHO 2017 memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengubah passion mereka menjadi pendapatan pasti, sekaligus menjadi bagian dalam membangun era baru asuransi jiwa digital di Indonesia.

Semoga tahun depan diadakan lagi ya.  Sampai jumpa lagi!



Love,



You May Also Like

9 komentar

  1. Woaaah.. Seru banget ini yaah. Anak muda kreatif banget.

    ReplyDelete
  2. Selamaat buat para pemenang. Ide-idenya keren-keren ini mereka, ikut bangga lihat banyak anak muda sekreatif mereka.

    ReplyDelete
  3. Wow, mba Ina memamg keren. Nggak hanya sebagai penulis terbaik tapi emak emak tekno masa kini. Hehehhe. Mba Ina, inovasi seperti ini yang memang harus kita dukung ya agar makin banyak menggunakan asuransi

    ReplyDelete
  4. Ikut deg-degan, eh yang kujagokan kekuar sebagai pemenang

    ReplyDelete
  5. Juri2nya itu ya, pas ngetes ngasih pertanyaan ke para peserta. Santai tapiii bikin grogi hahajaa

    ReplyDelete
  6. Selamat buat tim papua. :D Keren aplikasinya.

    ReplyDelete
  7. Salut ya mbak, tim PAPUA masih muda-muda banget tapi idenya luar biasaa

    ReplyDelete