HELLO LADIES, SUDAHKAH PEMERIKSAAN KESEHATAAN RUTIN MENJADI BAGIAN GAYA HIDUP SEHAT ANDA?

by - 8/08/2017



Beberapa tahun ke belakang ini rame kan ya pola gaya hidup sehat bergaung di mana-mana. Sebabnya apa? Karena sebagian dari masyarakat sudah paham pentingnya tindakan preventif atau pencegahan daripada mengobati. Tahu dong kalau biaya berobat di masa sekarang ini, kalau dikumpul-kumpul bisa buat beli rumah.

Makanya, sekarang itu masyarakat (urban sih pada umumnya) taat menjalankan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat itu apa sih? Ya menjalani hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat.

Pola makan diganti jadi non lemak dan non karbo, kalo bisa sampe vegetarian sekalian, pikiran ditenang-tenangin jangan mikirin yang ruwet-ruwet, kebiasaan jelek yang suka ngemil karbo ganti sama buah-buahan, biasanya manja naik lift ganti naik tangga, biasanya ke warung depan aja pake motor ganti jalan kaki. Got depan rumah yang biasanya mampet rutin dibersihkan, rumah yang nyapunya dua hari sekali jadi tiap hari... hehe... ndak yaaa bukan saya 😂

Tapi, ada satu yang lupa dimasukkan ke dalam list gaya hidup sehat. Apakah itu? yaitu memeriksakan kesehatan secara rutin.

Kok bisa dilupakan dengan sengaja? karena pada umumnya orang datang ke rumah sakit karena terpaksa, ya karena memang udah sakit. Kalau lagi sehat boro-boro kepikiran mau datang ke rumah sakit. Kenapa? image rumah sakit yang nggak nyaman dengan segala pemandangan orang sakit, bau obat, bau karbol. Belum lagi waktu konsultasi yang terburu-buru gara-gara antrian panjang, dan lain sebagainya. Nah, alasan-alasan itulah yang bikin orang sehat malas sengaja datang ke rumah sakit. Tapi saya sih betah kalau nganter yang berobat ke rumah sakit, apalagi kalau makanan di kantinnya enak-enak *hehe*.

Nah, melihat kenyataan tersebut Prodia memikirkan solusi, bagaimana caranya supaya orang-orang yang ingin bergaya hidup sehat tapi nggak malas memeriksakan kesehatannya. Maka, pada tanggal 8 Maret 2017, bertepatan dengan Intternational Woman's Day, Prodia meresmikan Prodia Women's Health Centre (PWHC) yang berlokasi di Jl. Wolter Mongonsidi No. 77, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Eh udah pada tahu dong Prodia itu apa? Bimbingan belajar? aish... hahahah... ini kenyataan karena ada teman yang nyangka kalau Prodia semacam Primagama gitu hehe. Ini saya kasih bocoran sedikit soal Prodia ya.
Laboratorium klini Prodia didirikan di Solo tahun 1973. Sejak awal pendirinya, Dr.Andi Widjaja, MBA memiliki komitmen untuk memberikan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Komintmen inilah yang mengantarkan Prodia menjadi lab klinik terbaik dan terbesar di Indonesia sekarang ini. Tahun 2012 Prodia mendapat akreditasi College of American Pathologists (CAP). Satu-satunya lho di Indonesia. Dengan demikian Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Hingga saat ini Prodia mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 273 outlet, yang tersebar di 31 provinsi dan 114 kota di Indonesia.
Kok "woman" aja sih? Menurut pandangan pihak Prodia, perempuan pantas mendapatkan perlakuan khusus, mengingat populasi perempuan di Indonesia hampir separuh dari total penduduk ( 254,9 juta menurut data BPS tahun 2015).

Selain itu kaum perempuan kan yang lebih semangat dan giat menjalankan gaya hidup sehat tapi sekaligus paling cemas terhadap tubuhnya, oleh karena itu PWHC didirikan sebagai klinik layanan kesehatan khusus perempuan yang berbasis Women-Wellness. Terobosan ini yang pertama lho di Indonesia.

Pada tanggal 4 Agustus kemarin saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan untuk berkunjung dan mendengarkan penjelasan langsung mengenai Prodia Women's Health Centre ini. Kami disambut dengan ramah olehs staff PWHC, dijamu makan siang dengan menu gudeg yang endes gandes puwoool. 

Pemaparan mengenai seluk beluk PWHC dan pelayanannya dipandu oleh Ibu Rini Budiati, selaku Project Manager PWHC dan Dr. Raditya Wratsangka, SpOG(K) selaku penanggung jawab PWHC.

Ibu Rini Budiati dan Dr. Raditya Wratsangka, SpOG (K)

FOKUS PELAYANAN

PWHC memberikan pelayanan berfokus pada Obstretric Gynaecology. Karena pada dasarnya yang ditakutkan oleh perempuan itu cuma berkisar pada tiga hal, yaitu kanker, nggak bisa punya anak, kalau hamil pengen kehamilannya sehat. Hal tersebut diungkap dr. Raditya pada kesempatan pemaparannya. Betul itu, Dok.

Oleh karena itu PWHC memberikan layanan secara menyeluruh mulai dari pencegahan dini, pencegahan lanjutan, diagnostic center hingga konsultasi dokter.

Berikut ini jenis pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PWHC :

1. PENCEGAHAN DINI (Primary Prevention) 
  • Penyuluhan/edukasi
  • Vaksinasi/imunisasi
2. PENCEGAHAN LANJUTAN (Secondary Prevention)
  • Medical check-up
  • Tes laboratorium lengkap
  • Pap smear
3. DIAGNOSTIC CENTRE
  • USG Obgyn
  • Colposcopy
  • LLETZ (Large Loop Excision (of the) Transformation Zone (of the cerviks))
  • Hysterosalpingography
  • USG Breast
  • X-Ray (rontgen)
  • Electrocardiography
4. KONSULTASI DOKTER baik dengan dokter umum maupun dokter spesialis dan sub spesialis

Sebentar lagi juga PWHC akan menyedikan layanan Hysteroscopy dan Mammography. PWHC juga sedang mengembangkan panel pemeriksaan yg berkaitan dengan fertilitas dan pencegahan penyakit kanker secara dini dengan cara uji genetik. Wah, makin lengkap aja dong ya.

PWHC juga mengacu pada Well-Woman Annual Health Assessmen yang direkomendasikan oleh ACOG (the American Congress of the Obstretician and Gineacologist) tahun 2012, yaitu pemeriksaan kesehatan untuk perempuan berdasarkan strata usia. Kebutuhan setiap strata berbeda dan di PWHC tersedia semua pelayanan sesuai strata usia tersebut.


KEUNGGULAN PELAYANAN

Untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan memuaskan bagi kaum perempuan ini, PWHC bisa dibilang membekali diri dengan senjata yang mumpuni, yaitu:

1. Advanced Technology

Perkembangan teknologi telah menyentuh berbagai bidang, termasuk kesehatan. PWHC menggunakan peralatan-peralatan pendukung kesehatan yang canggih untuk memberikan kepuasan pada pasien-pasiennya.


2. Tenaga yang memiliki komitmen dan keahlian yang tinggi di bidangnya, paramedis dan staff.

PWHC menerapkan konsep "patient management" sebagai dasar pengambilan keputusan klinisnya. Jadi nggak sembarang mendiagnosa dan kemudian diambil tindakan. Melainkan melalui tahap-tahap yang dirasa perlu untuk dilakukan, untuk mendapatkan data yang akurat sebelum mengambil keputusan klinisnya.



3. Comfortable Setting

Karena wanita ingin dimengerti *jargon iklan apa ya* makanya PWHC membuat konsep pelayanan yang "perempuan banget". Perempuan itu kan sensitif dan baperan *ayo ngakuuuuuu* jadi semua konsep PWHC itu didedikasikan setulusnya untuk perempuan, mulai dari interior secara keseluruhan, dibikin cozy dan hommy. Bener lho saya aja nggak merasa lagi di klinik, tapi ngerasa lagi berkunjung ke rumah siapa gitu... 

Ruang konsul yang lapang bikin nyaman bikin santai pasien, jadi kalau mau berlama-lama konsultasi dengan dokter juga enak-enak aja. Ruang tunggu yang dikonsep privat. Ruang tindakan, ruang menyusui sampai toilet dan mushola pun tersedia dan semuanya terawat bai. Bersih dan wangi.


Pokoknya PWHC memang cocok banget jadi klinik khusus wanita. 

Soal harga gimana? Ini saya kasih bocoran salah satu harga panel yang disediakan PWHC. 


EDUKASI PUBLIK

Tingginya komitmen PWHC pada pelayanan kesehatan wanita, membuat klinik ini getol mengadakan kegitan-kegiatan edukasi, yang tujuannya menyampaikan informasi mengenai isu-isu kesehatan yang berkaitan dengan wanita. Biasanya kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan komunitas-komunitas perempuan, sekolah, perkantoran, dan lain-lain.



Nah, gimana? Sudah sadarkah wahai kaum perempuan, "perkakas" kita ini harus dirawat dan perlu banget rutin memeriksakan kesehatan sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat. Ingat-ingat yang satu ini yuk, PEREMPUAN SEHAT PEREMPUAN HEBAT.


Love,



You May Also Like

26 komentar

  1. Mba Ina terima kasih tulisannya. Senang ya dengan edukasi yang diberikan PWHC dan sosialiasi kepada banyak masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama... iya karena sehat itu penting banget banget banget :D

      Delete
  2. sekarang memang gaya hidup sehat harus dimulai dan dijadikan gaya hidup ya , betul sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mencegah lebih penting daripada mengobati, biaya pengobatan kalau gak ditanggung kantor minta ampun deh

      Delete
  3. Perempuan kan panutan, setidaknya dalam keluarga, ajdi kudu jalani pola hidup sehat ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, kasian sama anak-anak pas ibunya sakit itu kok ya sedih plus nggak keurusnya :D

      Delete
  4. Sudah saatnya kita harus lbh aware dgn kesehatan kita ya mba..yuk ah periksa

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, nabung-nabung ah buat cek up rutin setaun sekali

      Delete
  5. Kesan pertama begitu mengoda selanjutnya mari kita periksa 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. cocok! vouchernya bisa bagi dua nggak sih? :D

      Delete
  6. prolognya asa katampar bolak balik yeuh mba wkwkwk dan aku termasuk yang masih malas duh gusti baca ini langsung niatin ayo eta lemak geus ngagembol hidup sehat nyok :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyoook... duaduhaduh sama dong ah, look who's talking tea ieu tulisan teh :D

      Delete
  7. Wah nyaman banget tempatnya, bikin betah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak kayak klinik ya, kayak di rumah :D

      Delete
  8. Setuju banget Mba. Harusnya periksa rutin kesehatan menjadi gaya hidup kita ya perempuan Indonesia. Apalagi banyak bgt penyakit mematikan yg menyerang perempuan. Di PWHC nih tempat yg nyaman periksa kesehatan perempuan.

    ReplyDelete
  9. "Perkakas" kudu Di Jaga. Banyak permasalahan "perkakas" Di mulai sejak pertama haid /gadis imut dan Manja (nyeri haid, lama haid, sedikit haid, tidak teratur dll) . Kalau di diamin bisa bahaya, nyawa taruhan Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu Mpok, beratnya jadi perempuan ya karena perkakasnya itu

      Delete
  10. Pemeriksaan dini secara rutin memang harus terus disounding supaya semakin banyak yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itulah yah kadang saya sendiri kurang telaten jaga kesehatan badan

      Delete
  11. Iya nih, sudah tiga tahun engga medical check up. Sering males ngantri dan diburu-buru dokter kalo periksa. Dicatat alamatnya. Pengen mamo. Salam kenal mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang ada tempat yang nyaman banget kek PWHC sepertinya nggak bikin males lagi, eh mbak di Jakarta? salam kenal lagi...

      Delete
  12. kadang hal ini diremehkan dan diabaikan dan ternyata penting sekali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, perempuan kadang kan mikirinnya suami dan anak2 aja badan sendiri dilewat :D

      Delete
  13. Setuju, gaya hidup sehat itu termasuk mau periksa kesehatan secara rutin. Mencegah penyakit sebelum datang dan parah lebih baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih murah juga kan daripada nanti udah berobat :'(

      Delete