SEBERAPA MENYERAHKAH ANDA PADA UANG?


"don't lose to jerks like that
even if we get swayed by money
let's not lose
the kids need a mom in this crazy world
live ... be healthy ... don't give up"
#Nurse Jang #BeautifulMind

Seringkali, ketika menonton drama/film saya menemukan scene yang mengesankan. Meskipun bukan scene yang dimainkan pemain-pemain utamanya, tetapi ketika menonton scene itu, saya merasa mendapat "sesuatu". Maka saya akan bilang kalau drama/film itu bagus.


Seperti cuplikan dialog di atas, saya menemukannya dalam drama Beautiful Mind episode 11. Dialog itu adalah nasihat atau permintaan dari seorang perawat senior kepada pasiennya.

Si pasien, Kang Shin Joo, 32 tahun, penderita moyamoya disease dengan pendarahan otak yang sudah parah dan mengancam nyawanya. Untuk menyelamatkan hidupnya, dia harus menjalani operasi otak. Masalahnya, dia sedang hamil dengan umur kehamilan masih terbilang muda (29 minggu). Anestesi tentu saja membahayakan keselamatan bayinya. Dan dia berkeras tak mau dioperasi, walau taruhannya nyawa demi satu minggu lagi seperti permintaan si agen. Satu minggu lagi usia bayi sudah layak lahir. Kemudian diketahui, bahwa bayi yang dikandungnya adalah bayi "titipan". Ya, dia seorang surrogated mother. Kalau dia kehilangan bayi itu, otomatis dia tidak akan mendapat bayaran. Tapi, keselamatan nyawanya tak bisa menunggu satu minggu lagi. Dilema lain, jika meninggal dua orang anak yang masih kecil akan kehilangan ibunya. Akhirnya, dengan nasihat Suster Jang itulah, dia pun luluh dan mau menjalani operasi. Bayi yang dikandungnya pun dikeluarkan cepat melalui operasi dan segera masuk inkubator.

Pernahkah Anda berada di posisi Ms. Kang? walau tentu saja dengan kasus yang berbeda dan tanpa taruhan nyawa. Intinya, ketika Anda membutuhkan uang, Anda terpaksa menyerah dan bersedia melakukan sesuatu tanpa menimbang senang atau tidaknya hati. Tapi anehnya ketika menerima uang itu sebagai imbalan, Anda juga nggak merasa bahagia.

Saya pernah. Dan sungguh pengalaman yang nggak ingin saya alami lagi. Don't get me wrong, yang saya lakukan tentu saja masih halal *hehe* hanya saja ketika menjalani pekerjaan itu membuat saya merasa "jatuh harga", dan setelah mendapat imbalan kok nggak bikin bahagia walau nilainya lumayan.

Jenis "Jerks" yang berkaitan dengan kasus saya tentu saja bukan agen sewa rahim, tapi biasanya orang-orang yang gemar menghargai karya tulisan dengan harga semurah mungkin. Mereka (pura-pura) lupa kalau tulisan (apalagi yang dituntut benar-benar fresh) itu hasil kerja otak dan butuh effort yang nggak ringan semacam riset yang membutuhkan waktu dan tenaga.

Kemudian ada pula jenis "Jerks" yang gemar menghilangkan kesempatan orang lain. Ya, macam-macam lah modusnya. Gara-gara goody bag kempes aja bisa panjang urusannya ^:^ apalagi uang transport atau unboxing HP keren *nohardfeeling ya... :D*

Scene Suster Jang dan pasiennya itu mengingatkan saya pada masa saya begitu mudah menyerah pada uang, tapi hasil akhirnya membuat saya sengsara batin *hahahah*. Namun, pengalaman itu menjadikan saya "lebih matang" dalam pertimbangan ketika menerima satu pekerjaan.

Saya tak akan menyerah lagi pada jenis-jenis "Jerks" semacam itu, walau tak dibayar pun tak lagi menjadi persoalan, ketika akhirnya saya merasa happy.

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Back
to top