SEPENTING APA ASURANSI? SEPENTING MEMBUAT HIDUP TERASA LEBIH RINGAN




FASE REIMBURSEMENT

Ketika masih bekerja, saya tidak pernah merasa terbebani oleh masalah biaya kesehatan. Perusahaan siap menanggung biaya pengobatan baik rawat jalan atau rawat inap, kapan saja dibutuhkan. Namun, tentu saja dalam batas limit yang ditentukan perusahaan.


Dan ketika berhenti bekerja, saya tidak perlu merasa khawatir kehilangan tunjangan kesehatan karena otomatis saya sudah masuk dalam tanggungan perusahaan di mana suami bekerja. Sampai saya memiliki tiga anak, biaya kesehatan sudah terjamin.

Saking bebasnya menggunakan fasilitas perusahaan untuk kesehatan, kalau badan anak-anak hangat sedikit saja, saya akan langsung bawa anak-anak ke dokter spesialis di rumah sakit. Kebetulan perusahaan suami adalah anak perusahaan dari BUMN besar, dan memiliki fasilitas rumah sakit sendiri.

Kelemahannya, kami hanya bisa berobat di rumah sakit itu saja. Rujukan ke rumah sakit lain hanya untuk pasien yang penyakitnya tidak bisa ditangani di rumah sakit tersebut. Jika kami sakit dan sedang berada di luar kota, biaya pengobatan bisa diganti dengan sistem reimburse, itu pun hanya berlaku untuk rawat inap saja.

Kejadian sakit di luar kota ini sempat dialami juga. Anak sulung yang sekolah di Bandung, sakit demam berdarah dan harus rawat inap. Susahnya, kami harus menalangi dulu biaya pengobatan, mulai dari uang muka, pembelian obat, laboratorium, sampai pelunasan. Baru kemudian mengajukan reimburse ke kantor.

Masalahnya, walau tarif kamar sudah disesuaikan, ada obat-obatan yang tidak sesuai dengan standar obat-obatan yang ditetapkan perusahaan. Akibatnya, ada beberapa obat yang tidak mendapat penggantian. Nombok deh...


FASE CASHLESS

Kemudian, saya melahirkan anak keempat. Sudah jelas status si Bungsu ini adalah anak diluar tanggungan perusahaan. Ya, perusahaan hanya mengcover biaya kesehatan sampai anak ketiga saja.

Saya dan suami mempertimbangkan untuk membuka tabungan khusus atau membuat polis asuransi. Yang namanya penyakit kalau mau datang nggak telepon atau ketok pintu dulu. Jadi kami perlu berjaga-jaga. Dan satu lagi yang perlu direncanakan adalah biaya pendidikannya.

Apa yang membuat saya tertarik menjadi nasabah asuransi kesehatan dibanding mengandalkan tabungan?

1. Biaya kesehatan di Indonesia yang terus naik


2. Nilai premi yang terjangkau
Bayangan nilai premi yang besar setiap bulannya, seringkali membuat masyarakat awam mundur. Saya memanfaatkan program promo. Dengan harga promo saya membayar premi sebesar IDR 350,000 dengan manfaat setara premi normal IDR 500,000. Lumayan kan.
3. Pinjaman polis
Pinjaman polis bisa menjadi cadangan, artinya uang premi bisa dicairkan sebelum kontrak berakhir. Misalnya pada saat butuh uang untuk biaya masuk sekolah.
4. Uang Pertanggungan/Manfaat Polis cukup besar
Karena ada unsur investasinya, di akhir kontrak uang pertanggungan/manfaat polisnya cukup besar untuk bekal si Bungsu masuk perguruan tinggi. Lumayan kan, proteksi kesehatan sekaligus menabung untuk pendidikan.

Suatu hari, si Bungsu kena typhus dan butuh perawatan di rumah sakit. Asuransi kesehatannya sangat berperan, dan saya langsung mendapat dua keuntungan:





Mengurus rawat inap dengan menggunakan kartu asuransi itu, tidak makan waktu lama. Mendaftar dan langsung dapat kamar, cuma sepuluh menit saja. Serius!

Akhirnya saya jadi punya dua pengalaman berobat dengan menggunakan sistem pembayaran yang berbeda, mau tak mau saya jadi membandingkan. Dan berikut ini kesimpulan perbandingan benefit dari keduanya (versi saya):

sumber: www. inainongina.com





Bisa dilihat kan mana yang lebih menguntungkan? Tentu saja menggunakan asuransi kesehatan lebih banyak benefitnya, selain itu hemat dan cepat.

Sangat disayangkan jika masih ada masyarakat yang berpikir asuransi kesehatan tidak menguntungkan dan kurang penting. Beranggapan asuransi hanya untuk orang kaya, dan malas mencari tahu secara rinci tentang asuransi.

Saya malah ingin menerbitkan polis asuransi kesehatan keluarga. Satu polis yang berlaku untuk semua anggota keluarga. Anak-anak yang besar nggak lama lagi akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, mungkin di Bandung atau kota lain, repot juga kalau harus sedia dana tunai untuk talangan biaya berobat jika sakit dan lain-lain. Tetapi jika menggunakan asuransi kesehatan keluarga, dengan satu kartu semuanya bisa teratasi. Praktis, kan.

Baiklah, cukup sekian sharing pengalaman menggunakan dan memetik manfaat asuransi kesehatan dari saya.

Berikut adalah tips untuk memilih asuransi kesehatan yang tepat dan tips memilih perusahaan asuransi yang baik. Silakan disimak, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan.





Sumber : 
Pengalaman pribadi
www.finance.detik.com
www.infoasuransi.net
www.maxmonroe.com





Tulisan ini diikutsertakan dalam Sun Anugerah Caraka
Kompetisi Menulis Blog 2015










CONVERSATION

2 komentar:

  1. Bahasannya kece, tips-tips yang berguna, Teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih El, memang bener ya... nulis mah berdasarkan pengalaman pribadi, jadi lebih "keluar"

      Delete

Back
to top